PURWASUKA - Aksi pelarangan dan pembubaran ibadah oleh warga terhadap jamaat Gereja Kristen Protestan Simalungan (GKPS) Purwakarta yang berada di Desa Cigalem, Kecamatan Babakancikao, Kabupayen Purwakarta pada Minggu 19 Maret 2023 lalu sempat viral di media sosial.
Aksi tersebut viral hinggal tersebar di media sosial seperti Facebook dan Twitter, ada perdebatan antara pengurus gereja dengan warga yang mengaku pengurus Rukun Warga (RW) setempat.
Proses mediasi pun dilakukan oleh pihak pemerintah maupun kepolisian pada Kamis, 23 maret 2023. Namun, karena diduga belum terjadi kesepakatan, puluhan jamaat GKPS datangi Mapolres Purwakarta pada Sabtu, 25 Maret 2022 kemarin, guna meminta pengamanan ibadah.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Purwakarta Kota, AKP Subagyo mengatakan bahwa kepolisian akan terus melakukan pengamanan terhadap daerah-daerah yang tidak kondusif.
"Untuk kegiatan ibadah sudah ada aturannya, silakan ikuti aturan, kepolisian tidak punya kewenanganan menentukan tempat ibadah. Untun yang bisa menentukan adalah Kementrian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan pemerintah daerah, kami mencoba mengkomunikasikan dan menengah," ucap Subagyo kepada wartawan, Minggu, 26 Maret 2023.
Kapolsek mengatakan, Kapolres tidak memiliki kewenangan untuk menyediakan tempat beribadah. Hal tersebut dikarenakan yang berhak adalah bupati.
"Hal itu merupakan kewenangan bupati atas rekomendasi dari Kemenag dan FKUB sesuai dengan Peraturan 2 Menteri nomor 9 dan 8 tahun 2006 tentang pendirian rumah ibadah," Ucap Subagyo.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya tetap akan melaksanakan kegiatan pengamanan ibadah apabila dilokasi atau tempat ibadah yang sudah diijinkan oleh pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya
-
Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik