PURWASUKA - Aksi cukur rambut asal-asalan terhadap 90 siswa di SMPN 1 Maniis, Kabupaten Purwakarta oleh anggota TNI yang bertugas sebagai Babinsa di wilayah sekolah tersebut berujung dengan mediasi.
Mediasi yang dihadiri oleh orang tua siswa dan pihak sekolah itu disaksikan juga Muspika Kecamatan Maniis, sejumlah tokoh agama serta tokoh masyarakat di wilayah tersebut berlangsung di SMPN 1 Maniis, Kabupaten Purwakarta, pada Rabu, 6 September 2023.
Diketahui, Aksi pencukuran rambut tersebut berlangsung saat gelaran upacara sekolah di lapangan SMPN 1 Maniis pada Senin, 4 September 2023 kemarin.
Kepala Sekolah SMPN 1 Maniis, Yana Heryana menyampaikan bahwa pencukuran rambut yang dilakukan oleh anggota Babinsa tersebut berlangsung scara spontan.
"Jadi anggota Babinsa itu memang kami panggil sebagai pembina upacara. Saat pelaksanaan upacara, diduga ada siswa berambut gondrong sehingga Babinsa secara spontak melakukan pemotongan rambut sebagai bentuk pembinaan," ucap Yana saat ditemui di SMPN 1 Maniis, Kabupaten Purwakarta, Pada Rabu, 6 September 2023.
Yana mengaku bahwa pembinaan yang dilakukan oleh pihak sekolah dan Babinsa dengan melakukan pencukuran rambut siswa itu kurang tepat.
"Menurut kami dari pihak sekolah dan saya sebagai kepala sekolah secara terbuka meminta maaf atas kejadian tersebut. Kami juga sudah sampaikan maaf tersebut ke wali murid atau orang tua siswa secara terbuka di sekolah pada hari ini, Rabu (6/9) siang," ucapnya.
Sementara, salah seorang wali murid siswa SMPN 1 Maniis, Dade Suharsono mengaku bahwa anaknya menjadi salah satu siswa yang terkena cukuran rambut secara acak-acakan oleh anggota Babinsa.
"Kami sebagai orang tua saat pertama kali mendengar anak dicukur rambutnya secara asal-asalan memang kaget, tapi setelah mengetahui bahwa anak saya itu gondrong, saya menerima hal itu dalam bentuk pendidikan anak. Namun, saya harap pihak sekolah atau Babinsa mungkin memiliki cara lain dalam menjalani pembinaan siswa," Ungkap Dade.
Baca Juga: Sampai Histeris, Ibu Virgoun Beberkan Kekerasan yang Dilakukan Inara Rusli ke Anak
Terpisah, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0619/Purwakarta, Letkol Arm Andi Achmad Afandi mengatakan bahwa hal itu terjadi berawal dari sejumlah siswa yang melakukan kenakalan remaja.
Meski demikian, lanjut dia, hal yang dilakukan oleh anggota Babinsa Desa Citamiang, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta untuk mencukur rambut puluhan siswa tersebut kurang tepat.
"Sebenarnya hanya kurang komunikasi saja antara pihak sekolah dengan orang tua. Saat itu, anggota kami diminta oleh pihak sekolah untuk melalukan pembinaan terhadap sejumlah siswa. Namun yang terjadi adalah pemotongan rambut, seharusnya, sebelum dipotong rambut siswa itu, pihak sekolah atau Babinsa terlebih dahulu memberi teguran kepada para siswa," ucap pria yang akrab disapa Andi itu, saat ditemui diruang kerjanya.
Dandim mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan teguran terhadap anggota Babinsa yang melakukan pemotongan rambut para siswa SMPN 1 Maniis Purwakarta.
"Tak hanya memberikan teguran, kami juga sudah melakukan musyawarah dengan pihak orang tua dan pihak sekolah. Atas kejadian tersebut juga telah diselesaikan secara musyawarah," Jelas Andi.
Berita Terkait
-
Tiga Prajuritnya Terlibat Pembunuhan Imam Masykur, Panglima TNI: Saya Mohon Maaf ke Seluruh Rakyat Indonesia
-
Mengerikannya Jasad Imam Masykur: Ada Lubang di Dada, Tapi Ternyata Ini Penyebab Kematian
-
Mayor Dedi Hasibuan Ditahan 7 hari usai Geruduk Polrestabes Medan, Anak Buah Dihukum Lari hingga Piket Seminggu
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kejati Jabar Segera Layangkan Panggilan Kedua untuk Wabup Indramayu Syafrudin
-
Hasil PCMB Tidak Sesuai? Begini Cara Dialihkan ke Sekolah Swasta atau SPMB Tahap 2
-
Takut Diamuk Massa, Alasan Sopir Truk Fuso Kabur Usai Tabrak Lari Tokoh Pramuka
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Besar Kembali Mengintai Sumsel?
-
Kebakaran Akibat Lilin Pengusir Lalat, Begini Kondisi Rumah Anisa Rahma setelah Sebulan Berlalu
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Kembalikan Uang Hanania Travel, Dara Arafah Mengaku Lebih Kasihan dengan Para Korban
-
Ada Pemeliharaan Darurat, Ini Wilayah di Cianjur yang Alami Pemadaman Listrik Terencana
-
Dukung Portugal demi Ronaldo, Fadi Alaydrus Malah Jagokan Negara Ini Juara Piala Dunia 2026