PURWASUKA - Teks khutbah jumat meneladani sifat Nabi Muhammad Saw yang pemaaf akan kita ulas dalam artikel kali ini.
Hal ini penting, mengingat memaafkan merupakan tindakan terpuji dalam Islam, sifat memaafkan juga menjadikan hidup seseorang lebih tenang dan tidak dipenuhi dengan amarah dan dendam.
Berikut Teks khutbah Jumat Meneladani Nabi yang Pemaaf
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Di siang hari yang penuh berkah ini, khatib mengajak jamaah sekalian dan tentunya diri khatib pribadi untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada-Nya, karena dengan ketakwaan, Allah akan memberikan jalan keluar dari problem kehidupan yang kita hadapi, juga akan memberi kita anugerah yang melimpah tanpa disangka-sangka dari mana datangnya.
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah, Kini kita berada di bulan yang penuh kebahagiaan, bulan kasih sayang, yaitu bulan Rabi’ul Awwal. Bulan ini juga sering disebut bulan Maulid, yaitu bulan di mana Nabi Muhammad Saw lahir ke dunia ini.
Pada bulan ini, umat Islam di berbagai belahan dunia merayakan kelahiran sang Rasul dengan beragam perayaan sesuai tradisi dan kebudayaannya masing-masing.
Dalam perayaan maulid, shalawat serta salam dilantunkan, kisah perjalanan hidup baginda Nabi dibacakan, semua itu dilakukan tidak lain adalah untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad Saw yang mulia.
Mengenai akhlak Nabi yang perlu diteladani, Allah swt berfirman dalam surah al-Ahzab Ayat 21:
Baca Juga: Rekam Jejak Kades Blora Rika Ristiana, Kinerja dan Pesonanya Viral di TikTok
Artinya, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah Swt,
Salah satu akhlak Nabi dan suri tauladan yang perlu kita contoh dan ikuti adalah sifat Nabi Muhammad Saw yang pemaaf. Dikisahkan bahwa suatu hari Nabi sedang berkumpul bersama para sahabatnya di masjid. Seketika, seorang Arab Badui dari pedalaman muncul ke masjid.
Akan tetapi, bukannya mengikuti majelis Nabi, Arab Badui tersebut tiba-tiba kencing di salah satu pojokan masjid. Melihat hal tersebut, para sahabat pun marah dan ingin melabrak orang Arab Badui tersebut.
Sebelum para sahabat tersebut melabrak orang Arab Badui itu, Rasulullah Saw pun mencegahnya. Beliau membiarkan supaya orang Arab Badui tersebut menyelesaikan buang air kecilnya. Setelah tuntas, kemudian Rasulullah meminta salah satu sahabatnya untuk mengambil air, kemudian menyiram bekas yang dikencingi.
Orang Arab Badui itu pun dibiarkan pergi oleh Rasulullah Saw. Kisah ini menunjukkan bahwa Rasulullah merupakan sosok yang besar hati, tidak mudah menyalahkan orang lain, bahkan memaafkan orang yang sudah jelas-jelas salah karena bagaimana pun orang Arab Badui tersebut barangkali tidak mengetahui bahwa perbuatannya tersebut dilarang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Teaser Honor 600 Series Beredar: Desain Mirip iPhone, Pakai Chip Snapdragon
-
6 Rekomendasi Skin Tint Ringan dengan SPF, Hasil Natural dan Tahan Lama
-
Gaji Rp3 Juta Apakah Kena Pajak? Begini Ketentuan Lapor SPT Tahunan Menurut UU
-
Mobil Dinas Gubernur Kaltim Miliaran, Prabowo Singgung Infrastruktur Memprihatinkan
-
65 Kode Redeem FF Max Aktif 28 Maret 2026: Raih Diamond, Bundel Panther, dan Skin Angelic
-
Indonesia Menuju Era Kendaraan Listrik: Antara Visi Besar dan Tantangan Nyata
-
Menelusuri Kontrakan C40 Cicurug, Lokasi Tersembunyi di Balik Kasus WNA Singapura yang Dicor
-
Green Jobs: Menimbang Masa Depan Ketenagakerjaan di Era Transisi Ekologis
-
TikTok Perketat Keamanan Anak di Indonesia, Siap Patuhi PP Tunas 2026 dengan Teknologi AI Canggih
-
Viral! Modus Uang Lewat' di Tanah Abang, Pelaku Palak Pemotor hingga Rp300 Ribu