KEBUMEN, SUARAPURWOKERTO.ID-Wilayah Kecamatan Gombong Kebumen bakal dibangun kawasan industri berikat oleh pemerintah daerah. Ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kebumen di sisi barat.
Kawasan Berikat merupakan kawasan industri padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyatakan, alasan mengapa di Gombong ini perlu dibangun kawasan industri. Gombong sejak dulu sudah dikenal sebagai kota penyanggah kabupaten di sisi barat. Karena itu perlu kembali dikuatkan.
"Kita tahu Gombong itu termasuk kota tua, kota penyanggah yang merupakan pusat bisnis kabupaten Kebumen di sisi barat,"ujar Bupati, Sabtu (23/4/2022)
Namun seiring waktu, kata Bupati, pamor Gombong saat ini sudah mulai meredup. Geliat ekonomi di sana tak lagi seramai dulu. Untuk itu, Bupati punya keinginan besar agar penanaman investasi di Kebumen diarahkan ke Gombong. Agar wilayah ini perekonomiannya semakin hidup dan tumbuh besar.
Ia mencontohkan, Gombong dulu benar-benar ramai, terminalnya penuh, selalu dilewati bus antar kota antar provinsi. Tapi kondisi sekarang terminalnya sudah mangkrak, tak berpenghuni.
"Di stasiun Gombong dulu juga kereta-kereta eksekutif dan bisnis berhenti sekarang sudah gak. Pasar juga tidak lagi ramai," terang Bupati.
Menurut Bupati, Gombong sangat potensial untuk dijadikan sebuah kawasan industri. Karena Gombong merupakan central ekonomi Kebumen di sisi barat yang menghubungkan wilayah kabupaten lain, yakni Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Pubalingga, sampai Purwokerto.
Gombong bisa jadi sentral ekonominya Kebumen karena gerbang pintu Kebumen ada di sana.
Pihaknya akan menjadikan pasar Gombong yang selama puluhan tahun dikelola oleh pihak ketiga, ke depan akan dikerjasamakan dengan Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes Bersama (Bumdesma). Baik untuk pengelolaan parkir, penyewaan kios, atau retribusi lainnya. Sejak tahun 1988, pasar Gombong sudah dikelola pihak ketiga. Atau sudah 30 tahun lebih.
Bupati berharap, dengan kembali dibangunnya Gombong sebagai pusat perekonomian Kebumen di sisi barat, bisa mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Lindungi Hak sebagai Artis, EXO-CBX Ajukan Pemutusan Kontrak dengan INB100
-
Lengkap! Biaya Kuliah Kedokteran Undip Setara Motor hingga Mobil, Ini Rinciannya
-
Sok-sokan Edukasi Bahaya Martabak Manis, Steven Wongso Disentil Balik soal Steroid
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?
-
Tragis! Karnaval Sound Horeg di Pati Makan Korban Jiwa, Ini 5 Fakta yang Terungkap
-
5 Sepeda Lipat Lokal Terbaik di Indonesia, Murah sampai Mewah Sesuai Bujet
-
Sinergi Pengusaha dan Pengelola Dapur, APPMBGI Sulsel Siap Dukung Program Nasional
-
Demo TNTN di Kantor Gubernur Riau Hari Ini, Lalu Lintas Pekanbaru Dialihkan
-
5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
-
Nego AS-Iran Buntu! Harga Minyak Tembus US$ 104 Per Barel