SUARAPURWOKERTO. ID- Sebuah unggahan warganet di media sosial viral. Unggahan dari tangkapan layar status Whatsapp itu berisi kalimat yang membuat nettizen terpingkal.
Unggahan itu berbunyi
"Lur pie carane supoyo adus kramas sakdurunge sahur ora krungu morotuo. Soale iseh sak umah karo morotuo. Butuh solusi..?"
Dalam bahasa Indonesia berarti,
"lur bagaimana caranya agar mandi keramas sebelum sahur tidak terdengar mertua. Soalnya masih tinggal serumah dengan mertua. Butuh solusi"
Tak ayal unggahan tentang curhatan nettizen itu memancing banyak komentar.
Banyak warganet yang mencoba memberikan solusi atas permasalahan itu.
Tapi solusi yang ditawarkan pun tak kalah kocak.
Ada yang menawarkan solusi, sebaiknya mandi menggunakan abu atau tayamum sehingga dijamin tidak terdengar suara.
Nettizen lain menawarkan solusi agar mertuanya diminta menggunakan headset sehingga tidak mendengar suara di dalam kamar mandi.
Warganet lain menimpali agar saat mandi keramas sembari menyalakan musik keras untuk meredam suara di dalam kamar mandi.
Bahkan ada yang memberikan jalan keluar agar saat mandi tidak menggunakan gayung, melainkan pakai sendok sehingga suara guyuran air tidak akan terdengar.
Tak kalah kocak, warganet memberikan solusi agar mandi keramas dilakukan dengan cara menenggelamkan seluruh tubuh ke dalam air. Sehingga tidak akan terdengar suara percikan air dari dalam kamar mandi.
Sebagaimana diketahui, di Bulan Suci Ramadan, umat Islam diperbolehkan berhubungan suami istri di malam Ramadan atau di luar waktu puasa. Yang diharamkan adalah berhubungan suami istri di waktu menjalankan ibadah puasa.
Kewajiban mandi junub atau warga umum menyebut mandi keramas setelah berhubungan badan sebenarnya tidak harus dilakukan sebelum sahur.
Junub bisa dilakukan ketika subuh atau setelah waktu sahur.
"Yang tidak boleh itu setelah adzan subuh, baru dia berhubungan badan. Naudzubillah tidak boleh, " kata Ustaz Abdul Somad dalam sebuah sesi tanya jawab mengenai mandi junub di Bulan Ramadan
Pernyataan Abdul Somad itu tidak dalam konteks merespon curhatan warganet tentang solusi mandi keramas di rumah mertua. Namun dalam sebuah sesi ceramah dalam konteks lain saat merespon pertanyaan jamaah mengenai hukum mandi junub setelah sahur.
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seberapa Besar Kontribusi Ajang MotoGP ke Perekonomian
-
Bursa Mineral Segera Meluncur, OJK Buka Lowongan Kerja
-
Kata-kata Justin Hubner Yakinkan Ole Romeny Mudik ke Liga Belanda Bersama Fortuna Sittard
-
Gary Neville Kritik Taktik dan Komentar Tuchel soal 'DNA Inggris' Usai Tersingkir dari Piala Dunia
-
MBG Berpotensi Lebih Menguntungkan Tengkulak daripada Petani
-
5 Film dan Serial Romantis Netflix Paling Banyak Ditonton Sepanjang 2026
-
Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Duel Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan
-
Kerap Jadi Sorotan, Ini Tugas dan Fungsi Jampidsus Serta 7 Jaksa Agung Muda di Kejagung
-
Igor Tolic Mengikhlaskan Frans Putros Pergi dari Persib Bandung
-
Tren Curhat ke AI Meningkat, Pakar Ingatkan Jangan Bagikan Data Pribadi