SUARA.PURWOKERTO.COM - Kabupaten Kebumen memiliki tradisi pacuan kuda setiap libur Lebaran. Lebaran tahun ini, tradisi ini kembali digelar dan sukses memikat ribuan penonton, baik dari Kebumen maupun luar daerah.
Tradisi pacuan kuda yang berlangsung sejak tahun1956 ini dimenangkan peserta dari Yogyakarta. Kuda yang diberi nama Maximus Trojan dari Yogyakarta ini memenangkan lomba untuk kelas tertinggi, yaitu kelas A terbuka 2 ribu meter.
Juara 2 dimenangkan peserta dari Tasikmalaya, Jawa Barat dengan kuda berjuluk Kuda Petir. Sementara juara 3 diraih peserta asal Kutowinangun, Kebumen dengan sebutan Kuda Sugar.
Juara pertama mendapat hadiah uang tunai Rp 10 juta dan piala. Hadiah diserahkan langsung Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto.
Pacuan kuda tahun ini diikuti 137 kuda. Peserta bukan hanya dari Kebumen, tapi juga dari luar daerah, seperti Purworejo, Yogyakarta, Cilacap, serta dari sejumlah provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Timur hingga Bali.
Adapun kelas yang dilombakan antara lain Kelas A Sprint, Kelas Terbuka 2000, Kelas B, Kelas C Panjang dan Kelas C Sprint. Selain itu juga Kelas D Utama, Kelas D Madya, Kelas E, Kelas F, Kelas G, Kelas H, Kelas I dan Kelas J. Kemudian, Kelas Lokal A dan B, Kelas Lokal Tradisional A dan B, Kelas Calon Derbi (kuda muda), Kelas Pemula Perdana Kecil dan Besar.
Pacuan kuda yang diselenggaran Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Cabang Kabupaten Kebumen berlangsung selama empat hari, mulai Kamis hingga Minggu, 4-8 Mei 2022. Pacuan kuda berlangsung di lapangan Tegalrejo, Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kebumen, Jawa Tengah.
Masyarakat tumpah ruah menyaksikan babak akhir lomba pacuan kuda yang tahun ini. Bahkan banyak yang menyaksikan keseruan area pacuan kuda dari atas pohon.
"Kami cukup bangga dengan kegiatan ini, ini merupakan tradisi pacuan kuda yang sudah melegenda puluhan tahun, meski sempat tertunda selama dua tahun, alhamdulillah tahun ini bisa kembali digelar saat Kebumen sudah dinyatakan zero Covid-19," ujar Bupati didampingi Kapolres Kebumen, AKBP Piter Yanottama.
Bupati menyatakan, tradisi ini harus terus dilestarikan sampai kapan pun, karena telah menjadi kearifan lokal masyarakat Ambal. Selain itu, pacuan kuda ini juga memiliki nilai positif mendongrak ekonomi masyarakat.
"Ini adalah event yang bisa menggerakan ekonomi secara nyata, sangat real. Masyarakat berbondong-bondong datang ke sini, aktivitas ekonomi masyarakat pun terlihat ramai, silih berganti setiap harinya. Dampak positifnya sangat dirasakan, masyarakat mendapat keberkahan dari acara ini," jelasnya.
Bupati mengatakan akan memperbaiki lapangan pacuan kuda Ambal menjadi lebih modern. Dengan harapan, pacuan kuda Ambal yang sudah dilirik masyarakat luar, bisa menjadi perlombaan kelas nasional yang sesuai standar.
"Tentu kita ingin lapangannya agar lebih modern, tertata rapih. Potensi harus dikembangkan karena Kebumen harus mampu menjadi tuan rumah untuk event pacuan kelas nasional," ucapnya.
Berita Terkait
-
Pakai Baju Adat Jawa ke Sekolah, Siswa SMAN 4 Yogyakarta Bangga Kenakan Gagrak
-
Nobar Pelangi di Mars, Yoursay Kumpulkan 250 Anggota Komunitas Parenting Yogyakarta
-
Kisah Rosid Slameto: Mengembangkan Bisnis Sajadah Traveling Custom hingga Pasar Jepang
-
Pastikan Pemudik Nyaman, Satker PJN DIY: Jalan Yogyakarta Sudah Bebas Lubang
-
BRI Super League: Ditahan Persijap, Pelatih PSIM Yogyakarta Evaluasi Bola Mati
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026