PURWOKERTO.SUARA.COM - Yayasan Project HOPE dengan dukungan Johnsons & Johnsons Foundation telah melaksanakan Program Saving Live at Birth (menyelamatkan nyawa saat lahir) tahap III atau SLAB-III di dua daerah di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Grobogan. Program berlangsung selama 3 tahun, sejak 2019 hingga 2022.
Melalui program tersebut, Project HOPE melakukan intervensi terhadap implementasi layanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Intervensi yang dilakukan yaitu melaksanakan pelatihan kompetensi tenaga medis, pemberdayaan masyarakat serta kegiatan orientasi dan pendampingan.
Program Manager Maternal Neonatal and Child Health Yayasan Project HOPE, dr. Raden Noviane Chasny menjelaskan, program SLAB-III dilaksanakan berdasarkan analisis situasional di dua daerah tersebut.
"Banyumas merupakan daerah dengan kematian bayi tinggi. Sedangkan Grobogan merupakan daerah dengan angka kematian ibu tertinggi di Jawa Tengah," kata dr Noviane.
Project HOPE juga telah memetakan sejumlah masalah terkait layanan kesehatan ibu dan anak. Di antaranya, masalah kapasitas tim kesehatan, kompetensi tenaga kesehatan, kesiapan fasilitas kesehatan, pemantauan dan evaluasi hingga perilaku kesehatan masyarakat.
dr Noviane mengungkapkan, program SLAB-III telah menghasilkan tiga capaian utama. Pertama, Program SLAB-III mampu meningkatkan pelaksanakan dan monitoring evaluasi program KIA. Aksi nyata yang dilakukan di Banyumas yaitu eradikasi Pre-Eklampsia.
"Pre-Eklampsia ini penyakit karena tekanan darah tinggi yang timbul pada saat kehamilan," katanya.
Ia menjelaskan, dalam konteks program diartikan menghilangkan penyakit PE sebagai penyebab utama kematian ibu hamil. Penyakit tersebut dapat dicegah dan kematian akibat penyakit tersebut juga dapat dicegah apabila bisa diidentifikasi secara awal dan diterapi dengan tepat sejak ditemukan.
Di Grobogan, SLAB-III melakukan aksi Grobak Manak, yang diadaptasi dari Grobogan Bersama Atasi Kematian Emak dan Anak. Aksi tersebut melibatkan pemangku kepentingan dari sektor kesehatan dan nonkesehatan.
Capaian kedua yaitu adanya penguatan kompetensi tenaga medis di Banyumas dan Grobogan. dr Noviane menyebutkan sebanyak 6.189 tenaga kesehatan dari total 7.125 tenaga kesehatan di Banyumas dan Grobogan telah dilatih secara langsung maupun tidak langsung. Jumlah tersebut terdiri atas 496 dokter, 3.794 bidan, 1.320 perawat dan 579 lainnya.
dr Noviane menyebut, penguatan kompetensi tenaga medis berdampak pada penurunan angka kematian ibu karena Pre-Eklampsia dan perdarahan. Pada 2019, persentase kematian ibu karena Pre-Eklampsia di Banyumas sebanyak 50% dan di Grobogan sebanyak 31%. Kasus tersebut menurun pada 2021, yaitu Banyumas 11 % dan Grobogan 20%.
Sementara itu, persentase kematian ibu karena perdarahan pada 2019 di Banyumas sebanyak 10% dan Grobogan 14%. Kasus menurun pada 2021, yaitu Banyumas 2% dan Grobogan 10%.
Capaian ketiga yaitu adanya perubahan perilaku dan pemahaman masyarakat terkait kesehatan ibu dan anak. dr Noviane mengatakan, sebanyak 234.410 warga di Banyumas dan Grobogan yang menerima masnfaat dari SLAB-III. Jumlah itu terdiri atas 73.000 ibu hamil, 4.236 ibu hamil dengan risiko tinggi, 70.781 ibu bersalin dan 85.450 bayi baru lahir.
"Perubahan perilaku dan pemahaman ini menghasilkan kebijakan alokasi dana desa untuk program KIA," kata dr Noviane.
Berita Terkait
-
Sakit Hati Ditagih Utang, Cucu di Banyumas Bunuh Nenek dan Dibuang ke Sumur Demi Harta
-
Misteri 2 Mayat Wanita di Banyumas: Nenek Ditemukan Dalam Sumur, Gadis 18 Tahun Bersimbah Darah
-
Prosesi Sakral Pengambilan Api Dharma Waisak Digelar di Mrapen
-
Banyumas Bangga! Makanan Khasnya: Mendoan, Difilmkan dalam Polifoni Mendoan
-
Mobil Pengantar Haji Hantam KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan, 4 Orang Tewas
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
'Kami Memanusiakan Mereka', Janji Setneg Jamin Nasib Eks Karyawan Hotel Sultan Usai Diekseskui
-
Cuaca Ekstrem Terjang Sumut, 13 Rumah Rusak di Deli Serdang dan Gunungsitoli
-
Gibran Ajak Mahasiswa Tinjau Program MBG di Indonesia Timur
-
Didit Prabowo Tiba-tiba Temui Jokowi di Solo, Ada Apa?
-
DPRD DKI Dorong Penuntasan Program Penanganan RW Kumuh
-
5 Cushion Water Based yang Wudhu Friendly, Ringan di Kulit dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Piala Dunia dan Pentingnya Me Time di Tengah Kesibukan
-
5 Sunscreen Terbaik untuk Pria yang Aktif Beraktivitas di Luar Ruangan
-
KPK dan OJK Sepakat Tangani Bersama Kasus Korupsi di Sektor Keuangan
-
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Pemerintah Janjikan Perlindungan bagi Karyawan