SUARAPURWOKERTO. ID, 200 perempuan menari di halaman Balaikota Yogya dengan tajuk Kebaya Menari, pada Sabtu (14/05) sore.
Ketua Panitia 'Kebaya Menari', Tinuk Suhartini mengatakan, kegiatan 'Kebaya Menari' diadakan dikarenakan semangat dan kecintaan para perempuan Indonesia kepada kebaya sebagai busana nasional Indonesia.
"Event ini (Kebaya Menari) diselenggarakan oleh komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia yang berkedudukan di Yogyakarta yang berkolaborasi dengan Padepokan Seni Omah Cangkem," ujarnya di halaman Balaikota Yogyakarta, Sabtu (14/05) sore.
Tinuk mengatakan, acara ini diikuti berbagai usia, dari yang termuda aberusia 9 tahun, dan yang tertua hampir 69 tahun.
Lagu yang mengiringi kegiatan 'Berkebaya Menari' berjudul Kucinta Indonesia merupakan ciptaan Pardiman Djoyonegoro pemilik Padepokan Seni Omah Cangkem. Sedangkan tariannya hasil ciptaan koreografer ternama Anter Asmorotejo.
"Kampanye yang dilakukan oleh komunitas Perempuan Berkebaya ada beragam. Menari adalah salah satu cara yang ditempuh," terang perempuan yang juga pendiri Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia itu.
Tinuk menjelaskan, selain mengampanyekan kebaya, pihaknya pada acara itu juga mengajak para peserta memakai sanggul bersama-sama. Karena sanggul adalah bagian dari tata cara berkebaya.
Menurut dia, kebaya dan sanggul merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perempuan Indonesia. Kebaya dan tari adalah produk budaya Nusantara, yang satu berupa pakaian, yang satu lagi berupa gerak.
"Perempuan Berkebaya mengajak perempuan-perempuan Yogya, untuk mengaplikasikan keduanya secara bersama-sama. Semoga acara ini memberi kesan yang dalam kepada diri kita semuanya, baik yang terlibat maupun yang melihat," jelas Tinuk.
Ia juga berharap, dengan adanya even ini, kebaya semakin dicintai oleh perempuan Indonesia dan terbiasa memakai kebaya dalam kehidupan sehari-hari. (Arif Kusuma Fadholy)
Berita Terkait
-
4 Tarian Tradisional Indonesia yang Memukau Dunia
-
Bikin Kangen Kampung Halaman, Suasana Pedesaan Hingga Tarian Tradisional Ada di Mal Ini Untuk Meriahkan Ramadhan
-
Mengintip Para Penari India Berlatih Tari Garba Jelang Festival Navratri
-
Mengenal Tari Paduppa, Tarian Penyambutan Tamu Khas Suku Bugis
-
Tari Tor-tor Asal Sumatera Barat, Sejarah, Jenis, dan Alat Musiknya
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Uang Jatah Rp7 Miliar Tiap Bulan: Inilah Alur Suap Eksklusif PT Blueray ke Oknum Bea Cukai!
-
Profil Liu Jianqiao Wasit Cina di Final Piala Asia Futsal 2026 Banyak Kontroversi
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Menstruasi itu Normal: Perempuan dengan Segala Drama 'Tamu Bulanannya'