/
Jum'at, 03 Juni 2022 | 18:44 WIB
pemkab banyumas

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS-Jauh sebelum ada mobil jenazah (ambulance), masyarakat nusantara ternyata menggunakan alat transportasi tradisional untuk mengantar jenazah. 

Tahun 1800 an, kereta jenazah yang didorong dengan tenaga manusia cukup populer, terutama di kalangan masyarakat Tionghoa. 

Jejak aktivitas pemulasaran jenazah di era jauh sebelum kemerdekaan itu pun masih bisa kita saksikan saat ini. 

Sebuah kereta jenazah tua masih tersimpan di komplek kantor Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. 

Kereta jenazah milik Yayasan Budi Dharma Banyumas itu dipindah dari tempat penyimpanan lama di komplek Klentheng Boen Tek Bio Banyumas ke Komplek Kecamatan Banyumas, beberapa waktu lalu. 
 
Dikutip dari portal resmi Pemkab Banyumas, hal itu dilakukan karena permintaan dari Yayasan Budi Dharma. 

Alasannya, tempat yang lama akan dibangun gedung baru. Sehingga pihak Kecamatan Banyumas membantu menyiapkan tempat sebagai tempat penyimpanan kereta jenazah ini.

Menurut sesepuh Tionghoa Banyumas Sobitananda, kereta jenazah ini dibuat sekitar tahun 1826. Dahulu, kereta itu digunakan bukan hanya untuk masyarakat Tionghoa, tetapi juga untuk pribumi.

Ketika masih digunakan, kereta jenazah tersebut didorong dengan tenaga manusia dan diiringi para pelayat. Kereta jenazah ini terakhir digunakan sekitar tahun 1990 an.

Kereta jenazah itu sekarang ditaruh di Komplek Kecamatan Banyumas sebelah barat, berdekatan dengan tempat pemandian jenazah keluarga Bupati zaman dahulu.

Load More