PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA-Pencarian terhadap pemancing yang diduga terseret arus sungai Kacangan Purbalingga belum membuahkan hasil. Hingga pukul 16.00 Wib Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian terhadap 1 dari 2 orang pemancing yang terbawa arus banjir bandang di aliran Sungai Kacangan Desa Kedungjati Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga.
Pencarian yang telah maksimal dan sesuai dengan rencana operasi SAR hasilnya masih nihil.
Hingga pada pukul 17.00 Wib berdasarkan hasil koordinasi antara Tim SAR Gabungan bersama keluarga korban, pihak keluarga menyetujui pencarian untuk dihentikan.
Pencarian akan dibuka kembali apabila terdapat tanda-tanda penemuan korban.
I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap menyebutkan, atas dasar hal tersebut, operasi SAR yang telah dilaksanakan selama 7 hari ini dinyatakan selesai dan diberhentikan.
"Operasi SAR akan dilanjutkan apabila terdapat tanda-tanda yang mengarah ke titik terang penemuan korban, " katanya
Sebelumnya, korban atas nama Agus Mulyono (29) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat (3/6) . Sementara satu korban lainnya atas nama Maulana Ibrahim (21) dinyatakan hilang.
Keduanya warga asal Desa Kedungjati Kecamatan Bukateja, Purbalingga.
Unsur Tim SAR Gabungan yang terlibat terdiri dari Basarnas KPP Cilacap, USS Banyumas, BPBD Purbalingga, BPBD Banyumas, Polsek Bukateja, Kecamatan Bukateja, Koramil, BHV, Celeng Rescue, IDERU, Cilacap Rescue, IPCI Ngapak Raya, Wapala, PMI Purbalingga, MAHUPA, RPP, Banser, IEA, Baznas, SAR Purbalingga, SAR Perwira, MDMC, Pramuka Peduli, RAPI Trc-Ikb, Linmas Inti Banyumas, Purwokerto Rescue, Keluarga dan masyarakat sekitar.
Berita Terkait
-
Jelang Festival Film Purbalingga 2026, Puluhan Pemuda Desa Ikuti Pelatihan Pemutaran Film
-
Pastikan Korban Banjir Purbalingga Tidak Kekurangan Pangan, Kemensos Dirikan Dapur Umum
-
Unik! Rumah Warga Sepanjang 350 Meter Jadi Galeri Kartun Terpanjang di Indonesia
-
Futsal Putri SMK Maarif Purbalingga Tampil Gemilang, Unggul 6-0!
-
Zaini Makarim Dihukum 1,5 Tahun Penjara Kasus Jembatan Merah
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
9 Tersangka Kasus Pembunuhan Anggota Polisi di Katingan Ditangkap
-
Anti Kusam dan Keriput: 5 Facial Wash Melembapkan untuk Usia 40-an
-
Rekam Jejak Rudi Margono Plt Jampidsus Baru, Eks Jaksa KPK Pernah Bongkar Kasus Jiwasraya-Asabri
-
Regulasi Cuti dan WFA ASN Pada Hari Pertama Sekolah
-
Ketika Negara Tidak Kompak, Rakyat Harus Apa?
-
Khofifah Sambut 152 Siswa ADEM Papua di Jatim, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Unggul
-
Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini
-
Validasi Sosial Mengalahkan Literasi: Mengapa Kita Lebih Takut Kusam daripada Bodoh?
-
Manggala Agni 'Gempur' Karhutla Seluas 7 Hektare di Rokan Hilir
-
Drama Study Group, Ketika Hierarki Sekolah Ditentukan oleh Kekuatan Fisik