PURWOKERTO.SUARA.COM, Viral video yang memerlihatkan pengunjung ditarik-tarik orang utan dari dalam kandang. Usut punya usut, peristiwa tersebut terjadi Kebun Binatang Kasang Kulim, Kampar.
Dalam video itu, seorang pria mulanya mengulurkan kedua tangan di hadapan orang utan. Keduanya dibatasi kerangkeng besi.
Siapa sangka, orang utan itu langsung menyambar dan menarik kaus pria tersebut. Sontak pengunjung itu kaget dan berusaha melepaskan diri.
Namun cengkeraman satwa itu terlalu kuat. Tenaga pemuda itu kalah. Orang utan itu kemudian menarik dan memeluk kaki pria tersebut seolah ingin membawanya ke dalam kandang.
Ekspresi pria itu tampak ketakutan. Ia berteriak histeris minta tolong. Namun orang utan itu masih enggan melepaskan cengkeramannya dari tubuh pria tersebut.
Bahkan seorang pengunjung lain yang coba membantu juga tak berdaya.
Meski tidak tampak satwa itu ingin melukai, pengunjung itu terlihat histeris dan panik.
Dikutip dari suarariau.id, pengunjung itu diketahui memanjat pagar pembatas kandang orang utan dan merekam video. Hingga pria itu ditarik orangutan yang diberi nama Tina.
Pengelola Kebun Binatang Kasang Kulim, Desrizal mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin (6/6/2022) saat petugas sedang makan siang. Pengunjung itu melintas pagar pembatas tanpa seizin petugas kebun binatang.
“Dia mengambil video tanpa izin dari petugas, dia melompat ke pagar pembatas kandang orangutan,"ujarnya dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Selasa (7/6/2022).
Desrizal menyebut pengunjung tersebut telah melanggar aturan karena melompati pagar pembatas dan mengambil video tanpa izin.
Baju yang dikenakan pengunjung bernama Hasan itu bahkan sampai robek karena tarikan kuat orang utan.
Ia mengungkapkan, sehari-hari orangutan itu sebenarnya jinak. Pengelola Kebun Binatang Kasang Kulim mengimbau seluruh pengunjung tidak melanggar aturan di kebun binatang.
Berita Terkait
-
PLTA Batang Toru Kembali Digenjot, Proyek yang Sempat Dihentikan Gegara Dugaan Picu Banjir Bandang
-
Saatnya Bersuara: Menghentikan Eksploitasi Hutan Sebelum Terlambat bagi Orangutan
-
Otaknya Nggak Kalah Sama Manusia! Ini 10 Hewan Paling Cerdas di Muka Bumi
-
Menguji Klaim Harmoni Sawit dan Orangutan: Mungkinkah Hidup Berdampingan?
-
Bayi Orangutan Lahir di Riau, Tanda Harapan di Tengah Ancaman Masih Ada
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam
-
BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera
-
Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas
-
Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward
-
5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi
-
Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum
-
5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya
-
Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel