/
Kamis, 07 Juli 2022 | 19:53 WIB
Canva

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang diistimewakan bagi umat Islam. Pada bulan ini sebagian umat Islam menunaikan Ibadah Haji.

Pada hari ke-8 dan ke-9 bulan Dzulhijjah juga memiliki keistimewaan tersendiri. Pada hari tersebut, umat islam disunahkan menjalankan ibadah puasa. Disebut sebagai puasa Tarwiyah dan Arafah.

Berikut ini beberapa keutaman puasa Tarwiyah dan Arafah.

"Puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun." (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar).

Selain hadis tersebut, ada beberapa dalil umum dari sejumlah hadis yang isinya ajakan umat Islam untuk beramal shalih pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

"Rasulullah SAW bersabda: Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk diisi dengan ibadah sebagaimana (kesukaan-Nya pada) sepuluh hari ini." (HR At-Tirmidzi). Hadis lain yang memperkuat anjuran amal shalih pada 10 hari pertama Dzulhijjah adalah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

"Dari Ibnu Abbas dengan kualitas hadits marfu': Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih disukai Allah pada hari itu dari pada hari-hari ini, maksudnya sepuluh hari Dzulhijjah. Kemudian para sahabat bertanya: Bukan pula jihad, ya Rasulullah? Rasul menjawab: Tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar membawa diri dan hartanya kemudian ia pulang tanpa membawa apa-apa lagi. (HR Bukhari)."

Dengan keterangan tersebut, ulama dari Mazhab Syafi’i menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal salih di 10 hari pertama Dzulhijjah, termasuk puasa sunah Tarwiyah dan Arafah pada 8 dan 9 Dzulhijjah.

Demikian beberapa dasar dari keutamaan puasa tarwiyah dan Arafah. (iruma cezza)

Baca Juga: Cegah Penyebaran PMK Jelang Iduladha, Pasar Hewan Purbalingga Disemprot Disinfektan

Load More