/
Kamis, 14 Juli 2022 | 22:28 WIB
antara

PURWOKERTO.SUARA.COM, PATI- Hujan deras memicu banjir di beberapa desa di Kabupaten Pati. Bupati Pati Haryanto mengatakan, pihaknya telah menginventarisir dampak banjir bandang ini.

Dampak banjir disebutnya cukup berat. Terdapat 13 rumah roboh dan hanyut terbawa banjir di Desa Bulumanis Kidul. Sementara di Desa Tunjungrejo,  terdapat  12 rumah rusak,. Demikian pula di Desa Sekarjalak terdapat rumah warga rusak ringan.

Pihaknya menengarai banjir bandang terjadi karena tanggul Sungai Suwatu jebol akibat tidak kuat menahan tingginya debit air. Ia pun suda meninjau kondisi Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, usai terjadinya banjir bandang pada Kamis (14/7/2022) dini hari. 

Saat Haryanto dan jajarannya tiba di lokasi sekira pukul 14.30 WIB, air sudah surut. Hanya masih menyisakan endapan lumpur yang menumpuk di jalanan dan rumah-rumah warga.

Kategori Parah

Menurut Haryanto, banjir bandang kali ini cukup parah. Haryanto mengatakan, untuk penanganan cepat, pihaknya mendahulukan suplai makanan untuk warga. Hal ini mendesak karena warga tidak bisa memasak akibat banjir.

Bantuan makanan datang dari PMI, relawan, komunitas, Dinsos, dan Kemensos. Dapur umum didirikan di dekat Balai Desa Bulumanis Kidul. Ia juga meminta agar gudang di PMI dimanfaatkan sebagai dapur umum agar kebutuhan pangan warga tercukupi.

Setelah itu, lanjut Haryanto, pihaknya memetakan kebutuhan-kebutuhan lain yang dibutuhkan korban banjir.

“Rumah rusak, sudah barang tentu pemerintah akan membantu. Kasihan karena dokumen-dokumen penting juga hanyut terbawa banjir,” ucap dia.

Baca Juga: Selamat Tinggal AFF, Indonesia Menatap EAFF Bersama Jepang dan Korsel

Haryanto meminta masyarakat bersabar dan tidak saling menyalahkan. Ia meminta masyarakat bersatu padu menyikapi musibah ini dan mencari solusi terbaik. Terkait kondisi listrik yang padam hingga sore hari ini, Haryanto sudah menghubungi Manajer PLN Juwana. Listrik akan segera dinyalakan lagi.

“Dipadamkan tadi atas permintaan kades. Sebab dalam kondisi banjir, berbahaya kalau terjadi korsleting,” ujar dia.

Tanggul Darurat

Adapun mengenai tanggul yang jebol, pihaknya akan melakukan penanganan sementara terlebih dahulu setelah banjir sepenuhnya surut. Pihaknya akan membuat tanggul darurat. Sebab, penanganan permanen membutuhkan waktu dan anggaran khusus.

Saat ini, alat-alat berat  telah diterjunkan untuk membersihkan desa dari endapan lumpur. Satu unit ekskavator juga diterjunkan untuk mengevakuasi sumbatan di bawah jembatan di Jalan Juwana-Tayu, turut Desa Sekarjalak. Namun, menurut Haryanto, ekskavator saja tidak cukup untuk mengatasi sumbatan di bawah jembatan.

“Maka saya perintahkan Kepala DPU, karena ekskavator saja tidak akan bisa mengatasi, kami turunkan manual dengan gergaji mesin, bambu itu sudah kayak benang ruwet. Harus dipotong-poton dulu baru diangkat ke atas, itu akan menyelesaikan persoalan, karena sudah beberapa kali saya mengatasi permasalahan semacam itu,” tandas Haryanto.

Load More