/
Rabu, 20 Juli 2022 | 21:51 WIB
Alfian Nasution direktur Utama Pertamina Patra Niaga bersama dengan keluarga korban di RS Polri menyampaikan bela sungkawa dan turut prihatin atas kecelakaan di Cibubur, Bekasi. (Humas Pertamina)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Kecelakaan maut kendaraan tangki Pertamina di Jalan alternatif Cibubur, Bekasi, menyebabkan 10 orang meninggal dunia dan 5 orang terluka. Empat korban saat ini masih dirawat di rumah sakit (RS) Permata Cibubur.

Manager Mareketing & Customer Care RS Pertama Cibubur Rachmi Dewanto saat dihunbungi menyatakan 4 orang korban saat ini dirawat di rumah sakit (RS) Permata Cibubur. Keempat-empatnya masih dalam obeservasi oleh pihak dokter RS Pertama Cibubur ujar Rachmi Dewanto pada Selasa, 19 Juli 2022.

Rachmi Dewanto juga menyatakan ada 6 orang korban kecelakaan maut yang diterima RS Permata Cibubur. Seorang korban dilaporkan meninggal dunia.

"Sementara satu korban lain, yang merupakan anak di bawah 5 tahun (Balita), sudah dizinkan Pulang," ujar Rachmi Dewanto.

"Ada enam korban awalnya yang dibawa ke RS Permata Cibubur. Satu yang meninggal di tempat tinggal sakit, yang satunya anak kecil kondisinya stabil, tetapi terhadap malam harinya udah dijemput oleh pihak keluarga," ujar Rachmi.

Rachmi menerangkan para korban mayoritas mengalami cedera patah tulang. Tidak cuman tersebut, tersedia yang mengalami luka di bagian kepala.

"Kecuali untuk suasana mereka rata-rata luka. Yang anak kecil tersebut luka jahitan di kepala di jidatnya. Tetap untuk yang lainnya memang tersedia kayak patah tulangnya," ucap Rachmi. Sebanyak 2 orang korban, disebut Rachmi, akan merintis operasi patah tulang hari ini. Pihaknya akan laksanakan pemantauan secara intensif tentang keadaan keempat korban.

"Hari ini memang tersedia planning 2 orang korban yang akan laksanakan operasi di kita ya. Iya (Dirawat intensif), untuk sementara kami bikin 2 x 24 jam, kami menyaksikan berasal dari situasi korban, namun paling enggak kami maksimalkan berasal dari dokter yang menentukan lumayan 2 x 24 jam atau lebih," paparnya. Lebih lanjut, Rachmi mengatakan biaya pengobatan 4 korban yang dirawat di RS Permata Cibubur dibiayai oleh Jasa Raharja. Tak hanya tersebut, tersedia dukungan biaya berasal dari BPJS Ketenagakerjaan.

"Sejauh ini mereka dibawa penjaminan Jasa Raharja. Namun kemungkinan bukan akan menutup barangkali berasal dari pihak-pihak berkenaan akan terlibat di dalamnya. tersedia juga berasal dari BPJS Ketenagakerjaan," ucapnya.

Baca Juga: Kemenkumham Beberkan Alasan Habib Rizieq Bebas dari Penjara

Load More