PURWOKERTO.SUARA.COM – Pada momen peringatan Hari Anak Nasional 2022 Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendorong seluruh elemen masyarakat bahu-membahu mengawasi anak-anak dalam keluarga, lingkungan, hingga lingkungan pendidikan.
Ini untuk merespons maraknya kasus kekerasan seksual yang dilakukan orang-orang berpendidikan di Kabupaten Banyuwangi.
Masih lekat di ingatan publik Banyuwangi pada medio Juni lalu, mencuat kasus pencabulan terhadap 6 santri yang dilakukan pengasuh pesantrennya sendiri, FZ (57) di Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi.
Kemudian beberapa waktu lalu, seorang guru salah satu SD di Kecamatan Genteng betinisial WTN (30) ketahuan memiliki hubungan terlarang dengan muridnya sendiri, AF mulai 2020 saat korban masih duduk di bangku SD tempat pelaku mengajar.
Dua insiden pencabulan terhadap anak di bawah umur tersebut sempat mengguncang dunia pendidikan di Banyuwangi. Kedua pelaku merupakan orang-orang berpendidikan tinggi dan melakukan perbuatan bejat kepada anak yang mereka didik sendiri.
"Ini menjadi perhatian kita, bagaimana pelakunya bukan orang-orang yang tidak tahu atau tidak berpendidikan, mereka orang-orang yang berpendidikan," kata Ipuk disela-sela kunjungannya di gedung Yayasan Kesejahteraan dan Pendidikan Netra Indonesia Cabang Banyuwangi.
Untuk itu, lanjut Ipuk, peran penting untuk saling mengawasi harus bersama-sama diwujudkan, mulai dari orang tua, masyarakat, hingga orang-orang terdekat.
"Butuh kerja bersama, jadi pemerintah sudah membuat regulasinya, mari masyarakat juga harus terlibat, minimal masyarakat juga harus mengawasi. Orang tua, keluarga juga harus terlibat," ujarnya.
Tak menampilkan para tokoh masyarakat, pemangku kebijakan, semua diminta untuk terus berpartisipasi untuk mengawasi anak yang tak lain mereka merupakan generasi bangsa yang harus mendapat perlindungan bersama.
Baca Juga: Tari Kecak Semarakan Pembukaan Liga 1 2022/2023 di Gianyar Bali
"Butuh dukungan semua, pemangku kebijakan, semua tokoh-tokoh elemen masyarakat, semua saya rasa perlu untuk bareng agar kejadian-kejadian itu tidak terulang lagi," terang ipuk.
Berkaitan program terbaru Banyuwangi sebagai Kabupaten Layak Anak, Bupati berharap anak-anak di Banyuwangi juga harus memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan menjadi generasi bangsa yang cerdas.
Apalagi lingkungan, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, punya peran. Jadi kalau kita bicara Kabupaten Layak Anak.
“Ini bukan hanya bagaimana kita membuat regulasi, tapi bagaimana pelaksanaannya juga perlu didukung bersama," pungkasnya. (Anik Al Sajawi)
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Polemik Ceramah JK di UGM, GAMKI Ancam Lapor ke Polisi karena Dinilai Singgung Umat Kristen
-
Biar Tak Bingung, Simak Silsilah Grup Otomotif China di Indonesia: MG dan Wuling Sekeluarga, BYD?
-
Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya Garapan Waskita Karya Progressnya Baik
-
Momen Kapolres Rohil Main HP saat Wakapolda Riau Bahas Pemberantasan Narkoba
-
Truk Angkut Semen Terbalik di Sitinjau Lauik Dekat Lokasi Rombongan Arteria Dahlan Berfoto
-
Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan
-
5 Rekomendasi Bodycare Wardah dan Manfaatnya untuk Perawatan Sehari-hari
-
Oppo Pad Mini Debut Global 21 April, Bawa Layar 144 Hz dan Chip Flagship Snapdragon
-
Dikritik Undang Anak Korban Pelecehan, Denny Sumargo Klarifikasi: Demi Atensi Hukum
-
Cardfight!! Vanguard Umumkan Anime Baru 2027 dan Arc Penutup Seri Divinez