PURWOKERTO.SUARA.COM - Musim hujan diperkirakan datang pada bulan September. BNPB mengimbau pemkab Parigi Moutong Sulawesi Tengah mengantisipasi banjir bandang agar tak terulang.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyatanto menyarankan, agar pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melakukan penanganan jangka pendek dan jangka panjang.
"Adapun penanganan jangka pendek, agar upaya peninggian tanggul sungai khususnya di titik-titik limpasan dapat dilakukan, sebagai antisipasi musim penghujan yang diprakirakan akan jatuh di bulan September," ujar Suharyanto dalam siaran tertulis.
Pemerintah daerah didukung BNPB agar berkoordinasi dengan Balai Besar Sungai, Kementerian PUPR di Sulawesi Tengah untuk pelaksanaan solusi jangka pendek tersebut
"Kemudian untuk jangka panjang, pemerintah daerah bersama TNI-POLRI agar melihat kembali kondisi daerah bagian hulu," saran Suharyanto.
Apabila daerah serapan air mulai berkurang, Suharyanto menyarankan untuk memulihkan kembali ekosistemnya agar mampu secara optimal menjadi kawasan serapan air.
Ia menegaskan, BNPB melalui Kedeputian Pencegahan akan mendukung upaya-upaya mitigasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
"Selanjutnya dalam konteks tanggap darurat, saya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir hingga 14 hari ke depan," jelasnya.
Suharyanto juga menekankan hal terpenting dalam masa tanggap darurat, yakni mulai dari penyelamatan jiwa masyarakat, pencarian korban yang masih hilang, dan pemenuhan kebutuhan logistik dasar warga, khususnya para pengungsi harus menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Tak Lagi Menjabat Kasatgasus, Irjen Pol Ferdy Sambo Tak Bisa Intervensi Kasus Brigadir J
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyatanto didampingi Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai dan Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Toto Nurwanto sempat memberikan arahan terkait penanganan darurat bencana banjir bandang Parigi Moutong di Kantor Bupati Parigi Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu 31 Juli 2022. (Arif KF)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Review Ketok Mejik: Fantasi Menyelesaikan Masalah Tanpa Menghadapi Akarnya
-
BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT
-
Kadis Perpustakaan Medan Benny Sinomba Mutasi ke Pemprov Sumut
-
Review Dallergut: Toko Penjual Mimpi, Ketika Mimpi Menjadi Obat bagi Luka
-
Donald Trump Ancam Hukuman Ekonomi Berat Bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran
-
7 Fakta Menarik Transfer Rodri ke Barcelona: Dari Reuni Juara Dunia hingga Ganti Nama Jersey
-
131 Lokasi Serentak, BRI KKB National Expo Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan dan Raih Rekor MURI
-
Review Drama Korea: The Apartment Job, Kupas Skandal Korupsi dengan Humor
-
Macam-macam Gaya dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari, Lengkap dengan Penjelasan
-
BRI KKB National Expo Catat Rekor MURI, Hadirkan Penawaran Pembiayaan di 131 Lokasi