PURWOKERTO.SUARA.COM - Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo sekarang sudah tidak menjabat lagi sebagai Kepala Satuan Tugas Khusus (Kasatgasus).
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi), Dr Edi Hasibuan melalui keterangan tertulis, Minggu 31 Juli 2022.
Dengan demikian, dikutip dari Antara, Ferdy Sambo tidak dapat mengintervensi atau ikut campur tangan pada proses penyidikan kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J.
“Jabatan Kasatgasus adalah jabatan tambahan sebagai Kadiv Propam Polri. Saat jabatan Kadiv Propam Polri dicabut, maka dengan sendirinya jabatan Kasatgasus yang disandangnya otomatis akan hilang,” jelas Edi.
Selain itu, menurutnya jabatan Kasatgasus hanya digunakan saat sewaktu-waktu diperlukan. Sebagai contoh adanya gangguan perekenomian nasional.
Edi mengatakan, Satgasus telah dibuat sejak Kapolri dijabat oleh Jenderal Pol Tito Karnavian hingga sekarang.
Ketika Ferdy Sambo menjabat sebagai Kadiv Propam, tutur Edi, secara otomatis dirinya juga menjabat sebagai Kasatgasus. Demikian halnya ketika Ferdy Sambo dinonaktifkan sebagai Kadiv Propam maka jabatan tersebut pun sudah tidak dipegangnya lagi.
“Tanpa mengurangi rasa hormat saya dengan Ferdy Sambo, dia tidak bisa menekan apalagi intervensi dalam kasus ini,” jelas Edy.
Oleh karena itu, Ferdy Sambo tidak dapat melakukan penekanan dalam proses penyidikan kasus yang tengah melilitnya. Dikarenakan ketua tim khusus dari Polri merupakan jenderal bintang tiga, selain itu terdapat jenderal bintang lainnya yang berada di tim khusus tersebut.
Baca Juga: Masya Allah, Muazin di Kediri Meninggal saat Kumandangkan Azan
Sebelumnya muncul kekhawatiran jika Ferdy Sambo melakukan penekanan terhadap tim khusus Polri yang menangani kasus kematian Brigadir J. Ini karena Ferdy Sambo dinilai masih menjabat sebagai Kasatgasus Polri meski telah dinonaktifkan sebagai Kadiv Propam.
Ferdi Sambo sudah dinonaktifkan dari jabatannya sejak 8 Juli 2022 terkait polemik kematian Brigadir J.
Edi menjelaskan, kasus ini sekilas terlihat mudah ditangani, karena terdapat korban, pelaku yang jelas dan tepat kejadian. Sayangnya, dalam kasus ini keterangan saksi sangatlah minim ditambah dengan kondisi CCTV yang rusak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Puji Lamine Yamal, Hansi Flick: Semua Orang Tahu Kualitasnya
-
Arne Slot Puas Liverpool Hajar West Ham, tapi Bukan Performa Terbaik Musim Ini
-
Hasil Akhir: Gol Telat Roman Paparyha Bawa Persis Solo Menang Dramatis
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Jadwal Imsak Jakarta 2 Maret 2026: Waktu Sahur, Sholat & Doa Puasa Ramadan
-
Jadwal Imsak Bandar Lampung 2 Maret 2026 Lengkap dengan Niat Puasa Ramadan
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
Jadwal Imsak Palembang 2 Maret 2026: Waktu Sholat Lengkap & Doa Niat Puasa Ramadan
-
Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei
-
Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam