PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP - Darim (55) dan Tusiman (40) Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mendapat pekerjaan menggali sumur di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Minggu sore, 31 Juli 2022. Namun tak disangka kesempatan itu menjadi momen terakhir mereka berdua menjadi penggali sumur. Mereka tewas tertimbun longsoran tanah saat menggali sumur.
Darim dan Tusiman menggali sumur menggunakan mesin. Satu dari mereka berada di dasar sumur sebelum tanah dinding sumur ambrol dan menguburnya.
Seorang rekannya langsung berusaha menolong. Namun ia justru lemas akibat menghirup gas beracun di dalam sumur. Mereka berdua akhirnya meninggal terkubur di dalam sumur. Warga kemudian menghubungi Basarnas Cilacap.
menjelaskan peristiwa tersebut bermula pada Minggu sore, saat kedua korban tengah bekerja menguras sumur menggunakan mesin. Satu orang di dalam sumur kemudian tertimbun reruntuhan dinding tanah.
"Mengetahui salah satu rekanya tertimbun satu korban langsung menolong, nemun dengan kondisi lemas diakibatkan adanya gas beracun dan tidak kuat kemudian ikut tertimbun ke dalam sumur dengan kedalaman 12 meter," kata Kepala Basarnas Kabupaten Cilacap Adah Sudarsa, kepada wartawan melalui pesan tertulis, Senin pagi, 1 Austus 2022.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, Basarnas langsung memberangkatkan satu regu beserta peralatan lengkap seperti satu set blower, SCBA, alat vertikal rescue, tripod dan alkom menuju ke lokasi kejadian pada pukul 18.30 WIB.
Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan alat vertikal rescue. Evakuasi ini membutuhkan waktu karena harus membuat sistem lowring dan lifting. Tanpa sistem pengamanan ini, evakuasi bisa membahayakan regu penyelamat karena gas beracun yang muncul di bawah sumur.
"Satu rescue kita yang turun dibekali dengan tabung SCBA karena dikawatirkan adanya gas beracun di dalam sumur dan kita pasang blower untuk menyedot udara dari dalam sumur," terangnya.
Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi kedua pekerja dalam kondisi meninggal dunia.
"Kedua korban kita evakuasi dengan sistem Lowring (menurunkan satu orang Rescue menggunakan tabung SCBA) dan Lifting (pengangkatan korban bersama satu rescue dengan membawa korban) dan semua kita tarik menggunakan sistem Z-rig dibantu dengan alat tripod," jelasnya.
Baca Juga: Dongkrak Peringkat FIFA, Timnas Indonesia akan Hadapi Curacao September Mendatang
Korban pertama atas nama Darim berhasil dievakuasi pukul 21.30 WIB. Sedangkan korban kedua berhasil dievakuasi tiga jam kemudian.
"Korban kedua berhasil kita evakuasi bernama Tusiman pukul 00.25 WIB. Kondisi kedua meninggal dunia dan langsung kita bawa ke rumah duka," tutupnya.
Dalam operasi selain tim Basarnas juga melibatkan BPBD UPT Sidareja, personel Polsek dan Koramil Kedungreja, MDMC, Rapi, petugas damkar, Cilacap Rescue serta dibantu warga sekitar. (Anang Firmansyah)
Berita Terkait
-
Pekerja Tertimbun Tanah saat Kuras Sumur di Cilacap, Penolongnya Ikut Bernasib Nahas
-
Dua Pekerja Tewas Tertimbun dan Hirup Gas Beracun di Dalam Sumur di Cilacap
-
Potensi Gempa Magnitudo 8.7 dan Tsunami di Cilacap Bukan Prediksi atau Ramalan, Ini Analisis Pakar
-
Polisi Gadungan di Cilacap Bawa Kabur Uang Semiliar, Janjikan Anak Korban Jadi Dosen PNS di UGM
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional