PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN- AS alias Song (31) dan SA alias Sireng (28) warga Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah Kebumen, harus berurusan dengan Penyidik Sat Resnarkoba Polres Kebumen karena dugaan kasus kepemilikan 4 paket narkotika jenis sabu.
Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin dalam keterangan pers, tersangka diamankan pada hari Kamis tanggal 21 Juli 2022, di dua tempat berbeda.
Tersangka AS ditangkap di objek wisata Pantai Logending, Kecamatan Ayah dan SA ditangkap di rumah tetangganya di Desa Candirenggo.
"Penangkapan para tersangka bermula dari laporan warga, yang mengetahui jika salah satu tersangka memiliki sabu. Lalu kami selidiki informasi itu," jelas AKBP Burhanuddin, Selasa (2/8/2022)
Dari penangkapan tersangka AS, Sat Resnarkoba mendapatkan satu nama lain pemilik sabu, yakni tersangka SA alias Sireng.
Kepada polisi, para tersangka mengaku jika barang bukti narkotika sabu adalah milik keduanya yang dibeli dari seseorang dengan cara patungan.
Tersangka AS patungan sebanyak Rp 200 ribu dan SA alias Sireng sebanyak Rp 300 ribu.
Rencananya empat paket sabu itu akan dikonsumsi bersama, namun keburu ditangkap Sat Resnarkoba Polres Kebumen.
AS mengaku mengkonsumsi sabu kurang lebih 4 tahun terakhir ini. Gajinya sebagai karyawan tambak udang di Kecamatan Mirit ia sisihkan untuk membeli barang haram, menuruti kecanduannya
Baca Juga: Mengenal Api Abadi Mrapen, Sumber Nyala Obor Even Olahraga Internasional
Sementara SA alias Sireng mengaku mengenal sabu kurang lebih baru 8 bulan.
"Awalnya dikasih teman. Saya disuruh nyicipi. Awal memakai bulan Januari tahun ini Pak," ungkap SA.
Para tersangka dijerat dengan Pasal Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik, dengan ancaman kurungan penjara paling lama 12 tahun, dan denda paling banyak 8 miliar Rupiah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim