PURWOKERTO.SUARA.COM Biasanya orang tua merasa pusing saat anaknya menolak untuk makan atau sulit makan. Sang anak akan menolak untuk mengonsumsi makanan yang diberikan. Hal tersebut sebenarnya dapat terjadi karena beberapa faktor yang membuat anak menolak makanan yang diberikan.
Psikolog Irma Gustiana Andriani, M. Psi mengungkapkan, anak yang menolak makanan akan memberikan dampak yang buruk, tidak hanya untuk gizinya tetapi hubungannya dengan orang tua. Menurutnya, terdapat beberapa penyebab anak sulit untuk makan diantaranya,
Adanya masalah organ mulut
Saat anak enggan untuk mengonsumsi makanan biasanya disebabkan adanya masalah pada organ mulutnya. Untuk itu, orang tua harus mengecek apakah anak ada permasalah pada organ mulut, seperti oromotorik.
“Orang tua harus mengecek apakah anak ada masalah organ mulut, entah sariawan, atau oromotorik seperti bagaiamana mereka mengoordinasikan gerakan yang dilakukan, bagaimana mengolah makanan di mulut gitu,” kata Irma melalui suara.com.
Gangguan sensori processing
Selain mengalami masalah organ mulut, anak sulit untuk makan karena adanya gangguan sensori processing. Hal ini menyebabkan anak muntah, menolak, atau bereaksi lainnya ketika diberikan makanan. Tidak hanya itu, kondisi ini juga membuat anak tidak merasakan makanan di mulutnya.
Anak sulit makan juga menyebabkan anak mengalami beberapa kondisi sebagai berikut.
1. Picky eater (pemilih makanan)
Baca Juga: Gilas Singapura 9-0, Timnas U-16 Indonesia Optimis Bisa Hajar Vietnam
Dalam kondisi ini anak yang berubah menjadi selektif terhadap makanan yang dikonsumsinya. Biasanya anak akan menjadi pemilih jenis makanan tertentu. Hal ini sendiri sering terjadi pada anak berusia 2-3 tahun. Namun, dapat berlanjut hingga anak berusia 6 tahun.
Hal yang menyebabkan anak menjadi pemilih makanan sendiri juga karena berbagai hal. Misalnya orang tua terlalu banyak membebaskan anak mengonsumsi camilan yang disuka. Selain itu, banyaknya tekanan dan ancaman dari orang tua juga membuatnya menjadi pemilih makanan.
2. Mengemut makanan
Sering kali saat makan, anak justru tidak mengunyah dan mengemutnya. Kondisi ini sendiri biasanya terjadi ketika anak mengalami sariawan, gigi yang tumbuh dan sakit, atau radang tenggorokan. Dengan begitu, anak yang mengemut makanan biasanya menandakan dirinya mengalami gangguan sensorik di area mulutnya.
Mengemut makanan juga bisa menandakan anak untuk merasakan keamanan dirinya. Hal ini karena ia merasa tekanan selama makan.
3. Fussy eating (menolak makanan)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol
-
Langkah Damai 57 Bhikkhu Menuju Borobudur Warnai Waisak 2026
-
Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM
-
Callista Arum Ketakutan Lakoni Adegan Ekstrem di Film Tumbal Proyek
-
Cuma Pakai BRI, Saldo Tizzo Timezone Otomatis Jadi Dua Kali Lipat!