/
Minggu, 07 Agustus 2022 | 15:51 WIB
Pemilihan Ketua RT di RT 02 RW 13 Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng berlangsung meriah di TK Diponegoro Beji pada Minggu, 7 Agustus 2022. (Istimewa)

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Posisi Ketua Rukun Tetangga (RT) bukan posisi favorit. Sebab, menjadi Ketua RT berarti full pengabdian, bahkan tak jarang justru mendapat cemoohan entah karena dianggap kuarang adil saat pembagian bantuan sosial atau hal lainnya.

Menjadi Ketua RT juga berarti harus siap menjadi ujung tombak kepentingan Pemerintah Desa dan tak jarang menjadi ujung tombok pada hal-hal tertentu. 

Karena itu tidak mudah mengajak warga menjadi untuk menjadi pengurus atau bahkan Ketua RT. Namun di RT 02 RW 13 Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, pemilihan Ketua RT justru berlangsung meriah pada Minggu, 7 Agustus 2022.  

Pada pemilihan Ketua RT yang berlangsung di TK Diponegoro Beji ini, ada enam calon yang ikut pemilihan Ketua RT. Mereka antara lain Ari Suwandi, Rahmat Setiabudi, Kamil Romdhoni, RIzqi Ichtiar, Makmur Assidiq, dan Mufti Setiawan.

Pemilihan Ketua RT di sini dilaksanakan persis layaknya pemilihan umum (pemilu) pejabat publik seperti bupati, gubernur atau presiden. Ada TPS, ada bilik untuk mencoblos calon Ketua RT, dan ada panitia pemungutan suara yang mengenakan pakaian tradisional jawa.

Tak hanya itu, pelaksanaan pemilihan ketua RT di sini juga penuh hiburan dan doorprize untuk warga yang datang ke TPS. Karena unik, pemilihan Ketua RT di RT 02 RW 13 Desa Beji dihadiri Kadus II dan Kepala Desa Bejim dan BPD.
 
"Kok bisa ya sekadar pemilihan RT bisa dikemas apik. Kami sangat mendukung karena ini bisa jadi inspirasi untuk RT-RT yang lain," kata Kepala Desa Beji, Salikun.

Khadirin, Ketua RT lama yang juga panitia menjelaskan, setidaknya ada empat makna dalam pemilihan Ketua RT yang sengaja diselenggarakan secara tidak biasa. Pertama sebagai kebutuhan reorganisasi karena masa bakti kepengurusan lama telah usai.

Kedua sebagai hiburan untuk warga yang bertepatan dengan momen hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ketiga sebagai wahana edukasi proses demokrasi yang sesungguhnya, tanpa ada bandar maupun politik uang.

"Keempat sebagai kritikan halus bahwa Pemdes harus meningkatkan perhatian dan mengupayakan peningkatan kesejahteraan RT. Misalnya ada bengkok untuk kas RT, bukan ketua RT. Sebab selama ini dana operasional dan lainnya full dari iuran warga," kata dia. 

Baca Juga: Dalam Pengembangan, Fitur Terbaru WhatsApp Cegah Akun Dihack

Pemilihan Ketua RT ini juga hasil gotong royong warga dan pelaku UMKM di lingkungan Desa Beji. 

Load More