/
Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:08 WIB
Peserta Wisuda Lengger angkatan ke-3 Rakanan Suro Giyanti 2022 mengikuti proses pembekalan, Rabu 10 Agustus 2022. (Disparbud Wonosobo)

PURWOKERTO.SUARA.COM, WONOSOBO - Untuk mencetak lengger  yang profesional dan bermertabat, Kabupaten Wonosobo menggelar Wisuda Lengger. Tahun ini, tahapan Wisuda Lengger angkatan ke-3 Rakanan Suro Giyanti 2022 telah dimulai.

Pada Wisuda Lengger angkatan ke-3, ada 20 peserta terpilih yang sudah melalui tahapan seleksi dan kurasi.  Mereka pembekalan peserta pada Rabu 10  Agustus 2022.

Pembekalan peserta Wisuda Lengger yang dilaksanakan di aula Pasar Ting Njanti ini terdiri dari pemahaman teori dan praktik.

Pembekalan teori meliputi Sejarah Lengger, Makna Filosofi dan Etika Lengger. Sek dangkan praktik berisi penyeragaman gerak dasar Tari Lengger. Selain itu juga dilaksanakan gladi prosesi Wisuda Lengger.

Salah satu narasumber pada pembekalan ini, Dwi Pranyoto mengungkapkan pentingnya pembekalan teori bagi peserta agar mereka memiliki pemahaman yang mendalam tentang seluk beluk Tari Lengger. Sehingga mereka tidak sekadar bisa menari saja.

“Jadi jika suatu ketika ada orang bertanya tentang Lengger, mereka sudah bisa menjelaskan, jangan sampai malah lempar-lemparan, seperti tidak profesional. Tapi pemahaman ini juga jangan kaku, misalnya tentang sejarah Lengger, kan ada banyak versi, tidak perlu diperdebatkan. Semua benar, semua ada dasarnya,“ ungkapnya.

Narasumber lain, Sri Winarti atau Wiwin yang merupakan Lengger Senior, berbagi pengalaman dengan para juniornya tentang tantangan dan etika seorang Lengger yang baik. 

Etika menjadi penting karena tingkah laku dan gerak-gerik Lengger baik saat pentas maupun saat bersama penggemar selalu disorot. Jangan sampai karena kesalahan satu Lengger, maka Lengger lain merasakan dampak buruknya.

“Saat ini penari Lengger sudah lumayan mendapatkan penghormatan, jika dulu nama Lengger identik dengan hal-hal berbau negatif, tidak disiplin, kurang sopan santun, Alhamdulillah sekarang sudah bisa diperbaiki. Tinggal bagaimana kita nanti menjaga nama baik Lengger itu sendiri,” tambahnya.

Baca Juga: WhatsApp Mengumumkan Tiga Fitur Privasi Baru

Pembekalan Wisuda Lengger angkatan ke-3 ini mendapatkan banyak atensi dari para penari Lengger. Tercatat sampai dengan penutupan pendaftaran hampir 50 orang yang mendaftar.

Tinginya minat pendaftar membuat panitia perlu menyeleksi dan mengkurasi. Mulai dari usia, lama aktif, dan kesiapan mengikuti setiap tahapan prosesi.

Inisiator dan narasumber Wisuda Lengger lainnya, Tatag Taufani Anwar menyampaikan peserta antusias, bahkan dari 20 peserta ada 3 yang berasal dari luar daerah. Sebanyak dua peserta dari Banjarnegara dan satu dari Temanggung.

“Ini menandakan bahwa peminat Tari Lengger ternyata luas, apalagi generasi muda di era digital ini sangat berkontribusi dalam perkembangan kesenian Lengger. Namun juga perlu diimbangi dengan kualitas dan mutu dari Lengger itu sendiri. Maka dalam Wisuda ini akan diikrarkan Catur Dharma Lengger, atau pedoman kode etik bagi seorang Lengger. Diharapkan nanti bisa menjadi pegangan bagi Lengger yang professional dan bermartabat,“ ujarnya.

Viki Maulana, Pamong Budaya dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo mengungkapkan sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Bahkan beberapa waktu ke depan akan dilaksanakan program BBM (Belajar Bersama Maestro) dari Kemendikbudristek RI juga tentang Tari Lengger ini.

Selanjutnya 20 peserta ini akan menjalani beberapa tahapan lagi yaitu Lengger Mutih, Simpuh Lengger, Jamasan dan Larung Sesaji, serta puncaknya di malam prosesi wisuda dalam rangkaian acara Rakanan Suro Giyanti 2022.

Load More