Suara.com - Jutaan dokumen terkait Jeffrey Epstein kembali dirilis oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat pada akhir Januari lalu 2026. Dokumen tersebut pun memantik perhatian publik global. Rilisan tersebut menjadi babak baru dalam upaya transparansi kasus kejahatan seksual yang melibatkan mendiang Jeffrey Epstein.
Jeffrey sendiri adalah terpidana kekerasan seksual terhadap perempuan di bawah umur. Selama bertahun-tahun, ia menjalin relasi dengan berbagai tokoh berpengaruh lintas negara. Jeffrey bunuh diri pada tahun 2019 lalu.
Adapun jumlah dokumen yang dirilis pada akhir Januari lalu itu adalah yang terbesar yang pernah dipublikasikan oleh pemerintah AS. Hal ini dilakukan setelah adanya kebijakan undang-undang tentang transparansi berkas Epstein yang disahkan oleh Kongres pada November 2025.
Dalam rilisan Epstein Files terbaru, Jumat (30/01/2026), mencakup tiga juta halaman dengan 180.000 foto dan juga 2.000 video. Nama-nama figur publik seperti Donald Trump, Elon Musk, hingha mantan pangeran Kerajaan Bersatu Andrew Mountbatten-Windsor muncul beberapa kali dalam berkas tersebut.
Di Indonesia, sorotan mencuat usai kata kunci atau keywoard “Indonesia” tercatat muncul, sedikitnya di 902 berkas yang masuk dalam katalog Epstein Files. Melalui dokumen yang dirilis, tercantum sejumlah nama figur publik dari berbagai latar belakang, termasuk pejabat serta pengusaha asal Indonesia.
Akan tetapi, tidak seperti kontroversi yang mencuat di AS, Inggris, dan sejumlah negara lain, nama-nama tokoh-tokoh asal Indonesia dalam Epstein files tidak menimbulkan polemik berarti. Bahkan, sampai sejauh ini belum ada temuan jika orang-orang Indonesia yang namanya tercantum di katalog itu mempunyai hubungan langsung dengan aktivitas Epstein.
Konteks Penyebutan Nama Indonesia
Perlu diingat bahwa, keberadaan nama-nama orang Indonesia dalam arsip ini tidak otomatis berarti ada keterlibatan. Dari katalog yang dirilis, banyak dokumen bersifat kliping berita, laporan analisis, korespondensi institusi, maupum catatan administratif yang memang dikumpulkan melalui proses hukum dan penyitaan dokumen.
Daftar Nama Tokoh dan Pejabat Indonesia yang Muncul dalam Epstein Files
Melansir dari berbagai sumber, berikut sejumlah nama tokoh dan pejabat Indonesia yang disinggung dalam Epstein Files:
1. Hary Tanoesoedibjo
Sosok Hary Tanoesoedibjo tercatat ada dalam dokumen FBI berlabel unclassified bertajuk Federal Bureau of Investigation CHS Reporting yang tercatat pada bulan Oktober 2020. Laporan tersebut adalah dokumen resmi yang menulis informasi dari confidential human sources (CHS).
Baca Juga: Ada Nama Sri Mulyani di Dokumen Jeffrey Epstein Files, Ternyata Ini Isinya!
Melalui laporan yang ada, Hary diklaim terlibat dalam pengembangan hotel-hotel Trump dan dikenal sebagai sosok miliarder. Dalam dokumen tersebut, turut menyinggung terkait rencana proyek pembangunan Trump Residences Indonesia yang berada di kawasan Bogor dan Bali.
Tak sampai di situ, menurut laporan FBI, Hary disebut telah memperkenalkan Donald Trump kepada sosok yang disebut sebagai “CIA Indonesia”. Meksi identitasnya tidak dijelaskan, namum dugaan merujuk pada seseorang dari Badan Intelijen Negara. Bahkan, Hary digadang-gadang telah membeli kediaman Trump di Beverly Hills dengan harga yang fantastis.
Konteks dokumen tersebut berhubungan dengan penyelidikan pengaruh domestik atau asing yang tidak seharusnya ada pada proses pemilu AS. Dokumen ini terunggah sebagai bagian dari kumpulan berkas yang mempunyao keterkaitan tidak langsung dengan komplotan Epstein.
2. Eka Tjipta Widjaja
Pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, juga tercantum dalam dokumen yang membahas tentang transaksi properti mewah Donald Trump pada tahun 2009. Dalam laporan itu, disebutkan bahwa sebuah rumah dijual dengan harga US$ 9,5 juta kepada entitas Swiss yang terhubung langsung dengan keluarga besar Widjaja.
Menurut laporan, transaksi jual beli rumah dilakukan secara tunai melalui perusahaan cangkang, dengan pengurusan administratif yang dibantu Michael Cohen, mantan pengacara Donald Trump. Jadi naman Eka Tjipta Widjaja, hanya terkait dengan catatan transaksi properti, bukan interaksi personal bersama Epstein.
3. Joko Widodo
Selain dua nama tadi, nama Joko Widodo juga muncul dalam Epstein Files, namun hanya bersifat informatif. Namanya disebut dalam pembaruan berita dan laporan situasi politik di Indonesia yang dikirim dalam bentuk kliping atau ringkasan informasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan