/
Selasa, 16 Agustus 2022 | 19:13 WIB
Sekelompok pemuda yang diantaranya nampak membawa senjata tajam swafoto dengan latar belakang Alun-alun Banyumas beredar di media sosial. (Istimewa)

"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakotuh. Kepada seluruh anggota korlap nanti malam jualannya jangan terlalu malam pulangnya, untuk sementara pulang gasik. Dan anak cucunya jangan boleh keluyuran karena ada gangster udah dua malam membawa parang. Hati-hati mbok sampai kena sasaran," isi imbauan pesan suara tersebut.

"Nyuwunsewu sekali lagi, tadi bapak polisi datang ke sini memberitahukan kepada anggota alun-alun supaya jangan terlalu malam pulangnya untuk menjaga anak cucu kita supaya selamat," tambahnya.

Tidak ada informasi lebih lanjut di lokasi alun-alun mana yang dimaksud. Namun diyakini geng motor tersebut melintas di Alun-alun Banyumas berdasarkan foto yang beredar luas. Satu diantaranya bahkan nampak mengacungkan celurit.

Selain melalui pesan berantai, beredar potongan video sekelompok pemuda yang konvoi menggunakan sepeda motor sambil membunyikan klakson melintasi underpass Jenderal Soedirman Purwokerto.

Seperti dalam video yang diunggah akun Twitter @galangricop. Ia mengunggah potongan video yang berdurasi 25 detik. Namun tidak diketahui video tersebut berhubungan dengan foto yang berada di Alun-alun Banyumas atau tidak.

"B*jingan, arep melu-melu dadi klitih neng Purwokerto," tulis pemilik akun tersebut sambil mengunggah video.

Berkaitan dengan informasi geng motor yang beredar, Pedagang Lamongan Pandawa Lima, Ferditasus Meirohman (31) yang berjualan di sebelah utara Alun-alun Banyumas mengaku resah. Dirinya juga turut serta mendapat imbauan agar mulai malam ini tutup lebih gasik.

"Sudah dengar informasinya tadi pagi. Ya itu lah kami otomatis jadi resah. Karena pasti bakal mengurangi omset penjualan," katanya saat dikonfirmasi.

Ia tidak mengetahui kapan persisnya para gerombolan geng motor ini beraksi. Karena sejak berjualan dalam beberapa hari terakhir, tidak ada aktivitas meresahkan sampai pukul 23.00 WIB jam operasional warungnya.

Baca Juga: Karakter Joy Red Velvet, Chu Young Woo, & Baek Sung Chul dalam Unexpected Country Diary

"Saya biasa jualan sampai jam 11 malam. Tidak menjumpai ada geng motor itu. Tapi karena sudah ada imbauan ya mulai nanti malam saya mungkin bakal tutup lebih gasik lagi jam 9 atau 10 malem," terangnya.

Dirinya beserta pedagang lainnya berjumlah 50 an yang biasa berjualan sampai malam hari berharap agar pihak kepolisian bisa menangkap geng motor tersebut. Hal ini agar para pengunjung dan pedagang Alun-alun Banyumas tidak dibayangi rasa takut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Agus Supriadi menjelaskan akan menelusuri kebenaran informasi tersebut.

"Kami cek terlebih dahulu, akan kita tangkap," tulisnya singkat.

Pihak kepolisian mengaku selama ini selalu rutin melakukan patroli saat malam hari. Dengan beredarnya informasi sekelompok pemuda membawa senjata tajam, kepolisian berjanji akan menindak tegas. (Anang Firmansyah)

Caption : Sekelompok pemuda yang diantaranya nampak membawa senjata tajam swafoto dengan latar belakang Alun-alun Banyumas beredar di media sosial.

Load More