/
Senin, 22 Agustus 2022 | 13:19 WIB
Bagnaia saat finish di urutan pertama di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria pada Minggu (21/8/2022). (Foto: Instagram @pecco63)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Pembalap MotoGP pabrikan Ducati, Francesco Bagnaia berhasil menang tiga kali beruntun (hattrick) di Sirkuit Red Bull Ring di Spielberg, Austria. Kemenangan Minggu (21/8/2022). Dengan performanya tersebut, masih ada asa perebutan gelar juara dunia 2022.

Diketahui, Bagnaia menjadi pembalap kedua Ducati yang merasakan tiga kemenangan beruntun setelah Casey Stoner menciptakan rekor tersebut pada 2008.

Selain itu, ia juga menjadi pembalap kedua dari Italia di era MotoGP yang memenangi tiga balapan beruntun setelah Valentino Rossi, yang pensiun pada tahun lalu setelah meraih sembilan gelar juara dunia.

Serelah kemenangan di Austria, Bagnaia merangkak naik ke peringkat tiga klasemen untuk mengejar rival utamanya, Fabio Quartararo dari tim Yamaha yang masih.

"Saya rasa iya, ini momen terbaik saya karena tentunya di situasi kritis kami mengubah itu dengan cara yang baik, berkat bantuan keluarga saya, pacar, dan tim saya. Kami mengerti apa yang harus diperbaiki," kata Bagnaia yang juga meraih kemenangan di Assen dan Silverstone, dalam jumpa pers setelah balapan.
 
Start dari P2, Bagnaia melesat untuk merebut posisi pimpinan lomba dari pembalap Gresini Enea Bastianini di lap pembuka. Bastianini sempat melorot ke peringkat empat di lap keenam ketika Miller dan Jorge Martin brrsaing di depan, sebelum menyelesaikan balapan lebih awal karena masalah tekanan ban depan yang tidak normal.

Sampai akhir balapan, Bagnaia tak bisa dikejar para musuh-musuhnya dan finis 0,492 detik di depan Quartararo dan disusul Jack Miller yang melengkapi podium untuk Ducati. 
 
"Saya sangat senang dengan hari ini karena ini salah satu yang terberat tahun ini karena saya menggunakan pilihan paling aman untuk ban depan tapi pada kondisi hari ini pada akhirnya bukanlah pilihan terbaik," jelas pembalap asal Italia tersebut.
 
Bagnaia menuju balapan selanjutnya di Misano, Italia yang merupakan kampung halamannya dengan motivasi dan semangat tinggi.
 
"Saya tak sabar lagi ke Misano karena itu akhir pekan yang luar biasa bagi saya, GP di kampung halaman saya. Kita lihat saja, karena saya tak ingin memberi tekanan kepada saya," ucapnya

Bagnaia menerangkan, ia hanya ingin melakukan yang terbaik seperti yang dilakukan di Austria. Ia menegaskan, akan mencoba lebih cerdas, memahami setiap situasi dan berada di depan lagi. (Arif KF)

Load More