Bisnis / Inspiratif
Kamis, 07 Mei 2026 | 11:57 WIB
Potret penyerahan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi Fakultas Pertanian UGM. (Dok. UGM)
Baca 10 detik
  • Fakultas Pertanian UGM memberikan beasiswa bulanan kepada enam mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu secara finansial.
  • Dana beasiswa tersebut berasal dari hasil investasi sebesar Rp1,3 miliar di Reksa Dana BRI Balanced Regular Income Fund.
  • Sistem investasi tersebut memungkinkan pihak fakultas menyalurkan bantuan rutin tanpa mengurangi pokok dana sumbangan dari para alumni.

Suara.com - Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki cara yang kreatif untuk bisa memberikan beasiswa kepada mahasiswanya tanpa harus menghabiskan dana simpanan.

Jadi, Fakultas Pertanian memiliki program beasiswa untuk para mahasiswa yang pintar dalam akademik, tetapi tidak beruntung secara finansial.

Ada enam mahasiswa kurang mampu yang saat ini telah menjadi penerima beasiswa itu. Mereka pun mendapatkan uang sebesar Rp600 ribu pada setiap bulannya.

Uang saku itu awalnya berasal dari sumbangan para alumni Fakultas Pertanian UGM dan filantropi yang dikelola melalui Yayasan Harjono Danoesastro.

Namun, sejak 2023, Fakultas Pertanian UGM menginvestasikan hasil sumbangan itu ke reksa dana BRI yang bernama Reksa Dana BRI Balanced Regular Income Fund (BRIF).

Pada setiap bulannya, Fakultas Pertanian UGM mendapatkan imbal hasil sekitar Rp5 juta dari total investasi sebesar Rp1,3 miliar. Hasil investasi itulah yang digunakan untuk mahasiswa penerima.

Sehingga, Fakultas Pertanian UGM tetap mampu memberikan beasiswa kepada mahasiswa setiap bulan, tanpa harus mengurangi tabungan atau sumbangan yang telah terkumpul.

"Terkait pendidikan, kami ada Yayasan Harjono Danoesastro. Itu adalah yayasan yang bekerja sama antara Faktultas Pertaian dan Kagama Pertanian," kata Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dyah Weny Respatie, kepada Suara.com.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian UGM, Dyah Weny Respatie, ketika ditemui di ruangannnya. (Suara.com/Irwan Febri)

"Kami membuat yayasan, untuk mengumpulkan dana. Setiap dana dari alumni atau siapapun, bisa langsung masuk ke tabungan. Kami ada QR untuk beasiswa, langsung masuk ke rekening," lanjutnya.

Baca Juga: Wujudkan Hunian dan Kendaraan Impian di BRI Consumer Expo 2026

"Sekarang sudah terkumpul hampir Rp1,4 M. Ditempatkan di BRIF, semacam saham BRI, jadi kami penempatan dana abadi di sana Rp1,3 M. Kami setiap bulan bisa membeasiswai enam mahasiswa, 600 ribu per bulan. Jadi, keuntungannya untuk membeasiswai tanpa mengurangi dana," imbuh alumni IPB dan UGM itu.

Akui Bunga BRIF Paling Tinggi

Dyah Weny Respatie mengakui Fakultas Pertanian UGM sempat melakukan riset kepada bank-bank sebelum memilih BRI. Namun, ia melihat BRI yang mampu memberikan keuntungan paling besar.

"Kami sudah dua tahun pakai BRIF, jadi itu memang salah satu bentuk kerja samanya dengan BRI. Dan kenapa pakai BRI, karena kami mencari suku bunga paling tinggi," ungkap Weny.

"Kami sudah nanya bank lain, tapi belum. Jadi, BRIF itu mampu memberikan bunga setiap bulan, karena kami kan butuh memberikan beasiswa setiap bulan. Dan sampai saat ini, bunga masih baik gitu ya itu dari BRI. Kemudian karena sudah kerja sama, kami memilihnya BRI," imbuhnya.

Gambaran portofolio Reksa Dana BRI Balanced Regular Income Fund (BRIF). (Suara.com/Irwan Febri)

Ia pun berharap, melalui kerja sama, BRI bisa memberikan bunga lebih tinggi. Sebab, semakin besar bunganya akan semakin banyak pula mahasiswa yang menerima dampaknya.

Load More