/
Kamis, 25 Agustus 2022 | 11:36 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen. ((Foto. Antara))

PURWOKERTO.SUARA.COM - Tim Khusus Polri telah mengantongi motif pembunuhan berencana Brigadir Yosua dari keterangan Ferdy Sambo. Namun Polri enggan mengungkap motif pembunuhan ini sebelum mendapat keterangan versi Putri Candrawathi

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI, Samsuddin Suding mengkonfirmasi motif pembunuhan berencana Brigadir Yosua kepada Kapolri. Samsuddin mengaku motif perlu dijernihkan agar opini publik tidak bergulir liar.

Samsuddin menjelaskan, motif pembunuhan merupakan peristiwa di Magelang. Samsuddin mengatakan di rumah Sambo di Magelang, Brigadir Yosua terlibat rangkaian peristiwa dengan Putri.

Pertama, ketika Putri berbaring di sofa ruang tamu karena tak enak badan, Yosua hendak membopong Putri ke kamar. Namun ini dicegah Kuat Maruf, asisten rumah tangga keluarga Sambo.

Kedua, Kuat melihat Yosua keluar dari kamar Putri. Dari kamar, terdengar suara tangis Putri oleh Kuat. Kuat kemudian meminta Putri menceritakan kejadian yang dialami ke Sambo.

Menjawab dugaan motif yang disampaikan Samsuddin, Kapolri tidak membantah keterangan itu. Kapolri hanya menyatakan telah mendapat keterangan dari Sambo dan akan memastikan kebenarannya dengan mengkonfrontir dengan keterangan Putri.

"Terkait motif kami sementara sudah mendapatkan keterangan dari FS. Namun kami ingin sekali lagi untuk memeriksa Ibu PC. Sehingga nanti yang kami dapat apalagi pada saat posisi beliau sebagai tersangka apakah berubah atau tidak," kata Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo ketika sidang Dengar Pendapat DPR, Rabu 24 Agustus 2022.

Rencananya Putri akan dimintai keterangan Jumat, 26 Agustus 2022. Ini sesuai permintaan Putri dalam surat keterangan dokter yang meminta waktu seminggu untuk istirahat.

Baca Juga: Cerita Dita Karang, Member Secret Number Asal Indonesia Saat Sambut Presiden Jokowi di Korea Selatan

Load More