/
Jum'at, 26 Agustus 2022 | 21:30 WIB
hoegeng saat bertugas di masanya sebagai Kapolri

PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA- Saat ini kepercayaan masyarakat terhadap Polri sedang menurun. Ini tak lepas dari kasus kematian Brigadir J melibatkan salah satu jenderal di Kepolisian, serta menyeret banyak nama perwira yang diduga melakukan pelanggaran etik.

Di luar perkara itu, Polri pernah mendapatkan puncak kepercayaan masyarakat di masa Kapolri Hoegeng Iman Santoso. Namanya selalu dikenang sebagai polisi yang jujur dan pemberani. 

Kepribadiannya selalu diceritakan lintas generasi hingga menjadi teladan dan barometer polisi yang profesional dan jujur. 

Hoegeng yang jujur memilih hidup sederhana, bahkan tidak memiliki tempat tinggal. Ia juga anti terhadap gratifikasi dalam bentuk apapun. 

Hoegeng bahkan menolak menggunakan fasilitas negara untuk anggota keluarganya. Ini diceritakan putra Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng. 

Ia mengaku gak ada enaknya menjadi anak seorang Kapolri bernama Hoegeng. Enak di sini tentunya dalam arti bisa menikmati segala fasilitas atau kemewahan layaknya anak seorang pejabat tinggi atau kepala Kepolisian. 

“Waktu remaja, kita juga punya keinginan, tapi tak kesampaian keinginan itu,”katanya

Aditya mengaku punya keinginan sebagaimana remaja lain, misal dibelikan kendaraan untuk tunggangan hariannya. Terlebih ia notabene adalah anak orang nomor satu di Kepolisian. Tentu tidak berlebihan jika ia memiliki kendaraan.  

“Boro-boro motor, sepeda saja tidak dibelikan,”katanya

Baca Juga: Sukses Dengan Season Pertama, Alchemy of Souls Season Kedua Akan Tayang Desember 2022

Ia mengaku,  Hoegeng melarang keluarganya ikut menggunakan fasilitas negara yang bukan haknya. Bahkan, katanya, anak Hoegeng tak berani meminta tolong ajudan ayahnya karena bukan merupakan kewenangannya. 

“Gak boleh pakai fasilitas apapun, baik dari kantor atau minta tolong ajudan. Misal Mas minta tolong ini, kalau ketahuan marah dia (Hoegeng). Karena bukan wewenang kita (minta tolong ajudan),”katanya

Load More