PURWOKERTO.SUARA.COM Film terbaru Vino G Bastian, Miracle in Cell No 7 versi Indonesia akan segera tayang di bioskop Indonesia. Film yang merupakan adaptasi dari film Korea Selatan berjudul sama yang tayang pada tahun 2013 lalu.
Trailer film Miracle in Cell No.7 tayang pada Jumat, 27 Mei 2022 . Trailer yang berdurasi 2 menit 41 detik itu, berisi adegan Dodo yang diperankan oleh Vino G Bastian. Dodo terlihat mengendarai sepeda motor bersama buah hatinya bernama Kartika yang diperankan oleh Graciella Abigail.
Dalam trailer itu, Dodo terlihat akan mengantarkan Kartika pergi ke sekolah. Meskipun hanya potongan yang cukup singkat, trailer ini cukup mengundang air mata lantaran disisipi dengan adegan yang membuat haru.
Seperti apa sinopsis Miracle in Cell No 7?
Miracle in Cell No.7 mengisahkan kisah seorang ayah, Dodo Rozak yang dimainkan Vino G Bastian ingin menjadi ayah yang baik untuk Kartika, putrinya. Diceritakan dalam film tersebut, Dodo hanyalah seorang pria dengan kecerdasan terbatas, dengan tingkah dan perilaku seperti anak-anak.
Sang anak, Kartika justru lebih sering menjaga dan merawat sang ayah. Keduanya menjalani hidup yang bahagia, Kartika tetap bangga pada sang ayah yang berjualan balon untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
Namun, kebahagiaan keduanya tidak berlangsung lama, karena Kartika dan Dodo harus dipisahkan secara tiba-tiba. Dodo ditangkap atas tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap gadis kecil yang bernama Melati.
Dodo harus mendekam di penjara No. 7 yang dihuni oleh beberapa napi-napi beringas lain yang diperankan oleh Indro Warkop, Tora Sudiro, Bryan Domani, Indra Jegel, Rigen.
Harus berpisah dengan putrinya, Dodo merasakan kerinduan yang teramat dalam terhadap putrinya. Setelah melewati rentetan peristiwa, Dodo berhasil mendapatkan bantuan untuk menyelundupkan Kartika ke dalam selnya.
Baca Juga: Pelaku Pemukul Sopir Bus Transjakarta Menyerahkan Diri, Ternyata Seorang Aktor Film Tanah Air
Kebahagiaan menular kepada napi lain yang di penjara di sel itu setelah melihat kedekatan antara Dodo dan Kartika. Kemudian, mereka mulai meragukan tuduhan atau kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang diduga telah dilakukan oleh Dodo. Dodo terlihat sangat menyayangi putrinya, membuat napi lain berfikir ia tidak akan dapat melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.
Berdasarkan informasi yang beredar, film Miracle in Cell No 7 versi Indonesia yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini akan tayang mulai tanggal 8 September 2022 mendatang di bioskop-bioskop Indonesia. Seperti apa akhir kisah Dodo dan Kartika? (iruma cezza)
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Risiko Hipotermia dan Kekerasan Terhadap Anak di Pengungsian Gempa NTT
-
5 Tinted Sunscreen Ringan untuk Dipakai Olahraga Pagi, Nyaman dan Nggak Bikin Gerah
-
Gempa Flores, Perusahaan Tambang Ini Kirim Bantuan Logistik
-
Masjid Agung Kota Kediri: 200 Tahun Berdiri, Meski Berkali-kali Renovasi
-
Kaltim Tetapkan Siaga Bencana Karhutla Imbas Fenomena El Nino
-
Xiaomi 18 Fold dan 18 Pro Tak Meluncur Bareng, Ini Strategi Baru Lei Jun
-
Ekonomi Sirkular Buka Peluang Pendapatan Baru
-
Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi dan Riau! Warga Diimbau Pakai Masker Demi Kesehatan
-
Review Petualangan Sherina: Nostalgia Masa Kecil yang Tak Lekang oleh Waktu
-
ASEAN Jadi Jalur Penanganan Asap Karhutla Kalimantan, RI Pilih Kerja Sama Ketimbang Saling Tuding