/
Selasa, 23 Agustus 2022 | 05:44 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi BMKG. ((Foto. bmkg.go.id))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Warga Jawa Timur dikejutkan dengan getaran gempa yang terjadi dibeberapa wilayah termasuk Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Lumajang.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) awal gempa bumi tektonik Magnitudo 5,8 pada Senin (22/8/2022) mengguncang wilayah Pantai Selatan Klungkung, Bali. Bahkan dirasakan hingga wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya.

Daryono Plt. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam siaran persnya menyatakan Hasil analisis lanjutan BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki parameter update dengan Magnitudo 5,6.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,36° LS ; 115,56° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 47 Km arah Selatan Nusapenida, Klungkung, Bali pada kedalaman 134 km.

Menurut Daryono jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Masih dari data BMKG Gempa bumi itu berdampak dan dirasakan di daerah Badung, Denpasar, Klungkung, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dengan skala intensitas IV MMI.

Selain itu juga dirasakan di  daerah Buleleng, Tabanan, Karangasem, Gianyar, Lombok Utara, Lombok Timur, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima dengan skala intensitas III MMI.

Sementara getaran seakan akan truk berlalu  berada di daerah Banyuwangi dan Jember dengan skala intensitas II MMI. Hasil pemodelan juga menunjukkan bahwa gempabumi itu tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga: Jonatan Christie Masuk Babak Kedua Kejuaraan Dunia 2022 di Tokyo Jepang

Daryono menambahkan hingga pukul 16.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” pesan Daryono.

Masyarakat juga diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG).

Atau website (https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. * (ANIK AS)

Load More