- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merasa pusing karena anggaran kesehatan pemerintah terus meningkat signifikan setiap tahun.
- Anggaran kesehatan 2026 diproyeksikan mencapai Rp 247,3 triliun, menunjukkan komitmen pemerintah memperbaiki kesehatan publik.
- Realisasi anggaran tersebut mencakup bantuan PBI JKN, penempatan nakes daerah tertinggal, dan peningkatan sarana prasarana kesehatan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku pusing karena Anggaran Kesehatan yang dialokasikan Pemerintah terus naik tiap tahun. Per 2026, anggaran kesehatan mencapai Rp 247,3 triliun atau naik 13,2 persen dari 2025 dengan Rp 218,5 triliun.
Menkeu Purbaya menyampaikan kalau angka tersebut adalah bukti bahwa Pemerintah betul-betul serius memperbaiki kesehatan masyarakat. Ia turut menyayangkan banyak orang yang tidak mengerti kalau mereka justru memperhatikan anggaran kesehatan.
"Ini mungkin yang kadang-kadang orang enggak tahu. Kalau saya di Keuangan juga bingung, eh pusing terus. Ini besar terus, makin besar, makin besar. Tapi enggak apa-apa. Ini memang kewajiban pemerintah untuk menjaga kesehatan masyarakat," kata Purbaya saat Rapat Konsultasi Pimpinan Komisi DPR RI dengan Pemerintah terkait Jaminan Sosial yang disiarkan virtual, Senin (9/2/2026).
Dalam paparannya, anggaran kesehatan 2026 mencapai Rp 247,3 triliun atau naik 13,2 persen. Kenaikan juga terjadi di 2025 dengan Rp 218,5 triliun atau naik 16,5 persen dan 2024 dengan Rp 187,5 triliun atau naik 4,9 persen dari tahun 2023 dengan Rp 178,7 triliun.
Dari total Rp 247,3 triliun, anggaran itu dimanfaatkan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JKN) ke 96,8 juta orang, penugasan 2.289 tenaga kesehatan ke daerah tertinggal, serta pemeriksaan 58.802 sampel obat, kosmetik, dan suplemen kesehatan.
Selanjutnya yakni fasilitasi dan pembinaan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi 8,1 juta keluarga dengan Bayi di bawah dua tahun (Baduta), Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) antara lain untuk 10.165 Puskesmas, hingga Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kesehatan antara lain untuk penyediaan Puskesmas di 67 Kecamatan dan penguatan 321 Rumah Sakit Daerah.
Adapun arah kebijakan Anggaran Kesehatan antara lain untuk upaya promotif preventif melalui pemeriksaan kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit berkualitas di daerah, peningkatan efektivitas program JKN, percepatan pelaksanaan penuntasan TBC melalui skrining dan pengobatan, peningkatan pelayanan kesehatan dan sarana prasarana, hingga kemandirian industri obat.
Berita Terkait
-
Dirut BPJS Kesehatan Buka-Bukaan Soal Peserta PBI Dinonaktifkan, 'Biang Kerok' Diungkap
-
Menkes Usul Reaktivasi Otomatis PBI BPJS untuk Pasien Katastropik
-
Respons Polemik Penonaktifan BPJS PBI, Dasco Pimpin Rapat Lintas Komisi dan Kementerian
-
Mengenal Tiga Sumber Dana BPJS Kesehatan, Ada Dua Sumber Selain Iuran
-
Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan Mandiri dan Perusahaan yang Tidak Aktif
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Sequis Life Perkuat Ekspansi dengan Catat RBC 572% dan Aset Rp23,43 Triliun
-
Askrindo dan BPD Kalteng Jalin Sinergi Penjaminan KUR
-
Harga Emas Diprediksi Tembus USD 5.000 di Kuartal I 2026, Ini Penyebabnya
-
Saham BUMI Melesat di Sesi I Setelah Aksi "Serok Bawah" Investor Asing
-
Epstein Files: UBS Bantu Kelola Aset Jutaan Dolar Jaringan Jeffrey Epstein
-
Harga Pangan Nasional Cabai Rawit Merah Meroket ke Rp70 Ribu, Naik Rp10 Ribu Dalam Sepekan
-
Emas antam Mulai Naik Lagi, Kini Harganya Tembus Rp 2,94 Juta/Gram
-
Naik 98%, BCA Digital Raup Laba Bersih Rp 213,4 Miliar di 2025
-
Dolar AS Tertekan, Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp16.869
-
Telah Tampung 10.000 Nasabah, BCA Incar Gen Z Tajir