PURWOKERTO.SUARA.COM - Momen rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Yosua menjadi kesempatan bagi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi bertemu. Sesekali mereka berdua mengekspresikan rasa rindu, entah melalui kecupan, sandaran dibahu, membantu memakaikan masker atau sekadar tatapan mata.
Pasangan suami istri ini praktis belum bertemu setelah Sambo menjalani penahanan di tempat khusus Mako Brimob. Putri dan putrinya sempat menjenguk Ferdy Sambo di Mako Brimob, namun upayanya kandas karena tak mendapat izin.
Rekonstruksi menjadi satu-satunya kesempatan bagi keduanya untuk melepas rindu. Hingga saat-saat terakhir rekonstruksi, Sambo dan Putri seperti berat untuk berpisah.
Putri tersorot kamera menyandarkan pipinya di bahu suaminya. Meski sekejap, namun sandaran itu seperti menjadi pengobat rindu.
Sambo seperti ingin berkata "tegarlah seperti karang" kepada Putri dengan membangunkan Putri dari sandaran pundaknya melalui kepalanya. Andai tangan Sambo tak terikat, mingkin ia akan menyempatkan membelai rambut sitrinya, lalu mengecup keningnya sebelum berpisah.
Namun apa daya. Tak ada cukup kesempatan untuk mewujudkannya. Putri hanya bisa memakaikan masker putih untuk suaminya yang terbelenggu. Ini menjadi tanda perpisahan. Tak ada kata perpisahan yang terucap. Tidak juga belaian. Yang ada hanya tatapan perpisahan.
Ini berbeda cerita dengan Bharada Eliezer. Ia justru menghindari bertemu dengan mantan atasannya. Ketika adegan rekonstruksi yang mempertemukan keduanya, masing-masing digantikan peran pengganti.
Ketika memeragakan keterangan versi Sambo, peran Bharada E diganti peran pengganti. begitu juga ketika memeragakan keterangan Eliezer, peran Sambo diganti peran pengganti.
Ini merupakan rekomendasi LPSK untuk melindungi psikis Bharada E. LPSK menjaga agar Bharada E tetap tenang hingga persidangan tiba.
Tag
Berita Terkait
-
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua, Bharada Eliezer Tak Dipertemukan dengan Sambo, Ada Apa?
-
Tak Diizinkan Mengikuti Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir Yosua, Pengacara Korban Akan Adukan ke Presiden dan DPR
-
Tersangka Lain Pakai Baju Tahanan, Ibu Putri Tampil Beda dengan Baju Putih dan Kerudung saat Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan