“Menjadi mahasiswa yang tak kunjung purna di Kabupeten Jember membuat beragam persinggungan dengan etnis lain tidak terelakan saat bersosialisai. Beragam cara terus saya pelajari utamanya segala hal yang berkaitan dengan toleransi”
PURWOKERTO.SUARA.COM - Sebagai mahasiswa akhir di Universitas Islam Negeri (UIN) KH Achmad Siddiq Jember beragam tugas akhir sudah menanti untuk segera diselesaikan guna mengejar wisuda beberapa bulan kedepan. Berada di Jember sendirian tanpa seorang kawan yang rerata sudah pada lulusan membuat saya masygul bukan kepalang.
Niat hati merampungkan tugas skripsian, menjadi bimbang lantaran ketidaktenangan pikiran yang sering berkelindan. Guna menenangkan fikiran, Minggu petang (04/09/2022) saya memutuskan untuk melaksanakan salat maghrib berjamaah di Masjid Cheng Ho Jember.
Berada di Jalan Hayam Wuruk Nomor 73, Dusun Gerdu, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember lokasi masjid ini hanya berjarak 1,7 kilometer atau tiga menit perjalanan dengan menggunakan sepeda motor dari UIN Khas Jember. Menggunakan Honda Beat warna abu-abu saya berangkat dari kos teman saya di Perumahan Pesona Surya Milenia .
Petang itu kondisi jamaah tidak begitu ramai, saya berjumpa dengan beberapa Jemaah yang kebetulan berada di dalam masjid Cheng Ho Jember yang juga menantikan waktu untuk salat Maghrib Berjamaah. Sebelum tiba di saf depan seorang ibu-ibu menghampiri saya.
“Ini sajadahnya mbak, bisa digunakan untuk salat jenengan,” kata seorang ibu yang setelah kami berbincang mengaku bernama Bu Dani.
Maklum meski saya sudah bermukena tapi saya tidak membawa sajadah dari kosan. Saya pun mencoba mencari informasi berkaitan dengan Masjid Cheng Ho Jember. Sebab meski sudah berkali-kali datang ke masji itu namun saya tidak mengetahui seluk beluk ihwal sejarah dibalik masjid yang memiliki bangunan yang khas.
“Arsitektur masjidnya bagus sekali apa ini masjid sudah lama bu?” lalu Ibu Dani itu menjawab , “Enggak lama mbak, paling baru tujuh tahunan jalan, saya tinggal disekitar sini senang saja dengan suasana masjid ini,” katanya.
Bu Dani mengaku jika setiap petang ia selalu menyempatkan untuk berjamaah salat maghrib di Masjid Cheng Ho. Selain suasananya yang tenang, masjid ini juga jadi penanda toleransi antar umat beragama di Kabupaten Jember sudah paripurna.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Berharap Perguruan Tinggi Swasta Beradaptasi dengan Perkembangan Zaman
“Meski yang membangun masjid merupakan keturuan tionghoa, tetapi jemaah di sini berasal dari kalangan mana saja,” terangnya.
Saya memilih berada di saf depan saat salat jamaah dimulai, suasana berbeda memang saya rasakan tatkala selesai melaksanakan waktu dzikir sehabis salat berjamaah. Rasa betah dan ingin berlama-lama di masjid tersebut membuat saya bertemu dengan beberapa Jemaah lain yang berada di sana.
Semangat Akulturasi Budaya
Pak Muhidi salah satu Jemaah yang saya temui mengaku baru dua tahun tinggal di Jember Jawa Timur. Ia yang berasal dari Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara mengaku jatuh hati dengan arsitektur masjid yang ada di jantung Kota Jember itu. Maklum saja ia yang sudah lama merantau memang lahir dan besar di wilayah yang notabene multi etnis.
Namun di Jember ia kembali merasakan hal yang berbeda dengan akulturasi budaya yang sangat mengesankan sebagai warga pendatang. “Suasana ini pernah saya rasakan saat tinggal di Palembang medio 2008, kebetulan di sana juga ada masjid serupa yang ada di Kompleks Jakabaring Kota Palembang,” katanya.
Sementara itu, Diki Herdiwantoro warga Kota Banyuwangi yang saya temui di masjid tersebut mengatakan Masjid Cheng Ho Jember biasa melibatkan kalangan mahasiswa untuk menjadi takmir masjid tersebut. Ia yang sempat menjadi pengurus mengaku takjub dengan beragam kegiatan yang diselenggarakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat
-
Hari Ini, Pemegang Saham BBRI Mulai Nikmati Pencairan Dividen
-
Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya
-
4 Spray Serum Bi-Phase Kunci Kulit Glowing Setiap Hari, Under Rp100 Ribuan!
-
Dari YouTube ke Layar Lebar, Sara Wijayanto Angkat Kisah Horor 'Cerita Lila' ke Bioskop
-
BRI Cairkan Dividen Tunai Rp346 per Saham, Total Pembayaran Capai Rp52,1 Triliun
-
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
-
Dividen BRI Mulai Dicairkan, Investor Terima Pembayaran Tunai Rp31,47 Triliun
-
Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah