Rerata kegiatan yang berlangsung sangat berbeda dengan masjid pada umumnya, lantaran setiap tradisi yang berasal dari negeri tirai bambu juga di peringati di sini dengan akulturasi budaya dan syariat yang tetap terpenuhi. “Kawan-kawan mahasiswa takmir di sini banyak membantu kegiatan ini,” jelas Diki yang saat ini menjadi dosen salah satu kampus di Jember itu.
Wadah Syiar Agama Islam
Senada dengan Diki, Tjong Choe Han salah satu pengurus Masjid Cheng Ho Jember mengatakan masjid tersebut berdiri atas inisiasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jember yang diprakarsai H. Muhammad Laow Song Tjai sebagai ketua. Serta MZA Djalal yang menjabat sebagai Bupati Jember kala itu.
Ia mengingat-ingat pada awal tahun 2015, Masjid Cheng Ho Jember menambahkan daftar masjid Cheng Ho yang ada di Indonesia. Sampai saat ini, dengan Masjid Cheng Ho Jember, tak kurang jumlah keseluruhan masjid bernuansa Tionghoa ini berjumlah 12 dan tersebar di berbagai wilayah. Sebut saja di Surabaya, Pandaan, Palembang, Purbalingga, Gowa, Batam, Deli Serdang, Jambi, Bangkalan, Magelang, Banyuwangi hingga Samarinda.
Tjong Choe Han menerangkan pendirian masjid ini selain untuk meningkatkan Syiar Agama Islam di daerah, sekaligus mengenang jasa Laksamana Cheng Ho yang turut andil menyebarkan Islam ke nusantara. Pun ia mengakui jika masjid Cheng Ho Jember juga kadang digunakan sebagai destinasi wisata bagi warga luar kota saat berkunjung ke Kabupaten Jember.
“Mengingat lokasinya yang dekat dengan kota, jadi tidak jarang yang memilih singgah di sini untuk melihat arsitektur bangunannya,” ujar pria yang memiliki nama Indonesia Sri Kristianto itu.
Masjid Cheng Ho, lanjut Choe Han didirikan di atas tanah wakaf dari Pemerintah Kabupaten Jember atas permohonan dari masyarakat muslim Tiongkok yang ada di Jember. Meskipun masjid ini dibangun dengan gaya kental milik budaya Tiongkok, namun masjid ini tetap terbuka untuk umum meskipun bukan dari orang Tionghoa.
Memepertimbangkan fengshui Tiongkok
Choe Han menambahkan seperti kebanyakan masjid-masjid Cheng Ho pada umumnya, tentu saja bangunan Masjid Cheng Ho Jember juga mengadopsi budaya khas negeri tirai bambu yang kental di seluruh segi bangunannya. Sehingga saat jemaah pertama kali datang di sini tidak jarang masih menanyakan bangunan tersebut masjid atau bukan.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Berharap Perguruan Tinggi Swasta Beradaptasi dengan Perkembangan Zaman
“Padahal di luar sudah ada tulisan jelas, namun lantaran bentuknya yang berbeda dengan masjid umumnya jadi banyak yang bertanya seperti itu saat pertama kali ke sini,” kenangnya.
Menurut Choe Han luas bangunan induknya sekitar 350 meter persegi. Pada bagian utara bangunannya berdiri sebuah menara yang cukup besar dan tinggi. Menara itu dibangun dengan denah segi delapan yang menurut fengshui Tiongkok berarti keberuntungan.
Dari sisi luar menara itu seperti bangunan dengan lima lantai yang berbentuk kelenteng ditambah keseluruhan bangunannya di dominasi oleh warna merah menyala. Sedangkan bangunan utama masjidnya berukuran 11 x 9 meter.
Ada filosofi lain yang dapat diambil dari ukuran tersebut yaitu angka 11 memiliki arti ukuran Ka’bah saat dibangun. Kemudian angka 9 melambangkan Wali Songo. “Filosofi ini menggambarkan agar masjid juga memiliki peran penting kepada masyarakat islam sekitar, atau bahkan se-indonesia,” pungkasnya.
Jika di lihat luasan tanah yang diwakafkan untuk pembangunan Masjid Cheng Ho Jember dari Pemerintah Kabupaten Jember memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi. Tentu itu luasan yang sangat besar, bahkan menungguli luas Masjid Cheng Ho seniornya yang ada di Kota Pahlawan Surabaya.
Kedepannya pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kabupaten Jember akan membangun beberapa fasilitas untuk masyarakat sekitar seperti Lembaga Pendidikan, Taman Kanak-Kanak, Kantin, Lapangan Olahraga, dan berbagai macam fasilitas lainnya akan turut dibangun di komplek masjid untuk para Jemaah.***
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI
-
Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob
-
Bagaimana Struktur Baja Masjid Raya Baitul Khairaat Pasca Gempa?