/
Senin, 12 September 2022 | 09:47 WIB
Jakarata International Stadium. PT Jakarta Propertindo alias Jakpro,Perseroda yang mendapat kepercayaan membangun dan mengelola JIS menjawab tudingan PSSI terkait kelaikan JIS untuk laga FIFA. (Dok. Jakpro)

PURWOKERTO.SUARA.COM - PT Jakarta Propertindo alias Jakpro, Perseroda yang mendapat kepercayaan membangun dan mengelola Jakarta International Stadium (JIS) menjawab tudingan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait kelayakan JIS untuk laga internasional berstandar FIFA.

Isu kelaikan stadion mencuat setelah PSSI membatalkan laga internasional antara Timnas Indonesia vs Curacao di JIS. Laga antara timnas Indonesia dan Curacao dalam FIFA matchday sedianya akan digelar di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 24 September 2022, Jawa Barat, dan direncanakan di Jakarta International Stadium (JIS) pada 27 September 2022.

Namun, setelah melakukan uji kelayakan, PSSI menganggap JIS belum layak untuk menggelar FIFA matchday. Akan tetapi, untuk laga pertama pada 24 September 2022 dipastikan tetap dilangsungkan di GBLA.

Berdasarkan hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI, Stadion JIS belum memenuhi kelayakan 100 persen infrastruktur seperti area drop off tim, sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di perimeter menumpuk di barat utara.

Bahkan concourse timur belum dapat digunakan, perimeter tribune perlu pengkajian ulang, pagar perimeter di bawah concourse barat tidak kokoh dan sarana prasarana pendukung sepeperti kantung parkir, transportasi umum, dan jalan akses menuju stadion belum sesuai standar.

‘’Sehingga untuk menggelar sebuah pertandingan FIFA Match Day yang mengundang animo penonton sangat banyak maka perlu dilakukan simulasi terkait jumlah penonton mulai dari 25 persen - 50 persen - 75 persen - 100 persen dari perhitungan maximum safety capacity,’’ kata Sekjen PSSI Yunus Nusi.

Menurut Yunus, untuk ukuran JIS yang berdaya tampung 80 ribu kursi namun hanya bisa menampung parkir sekitar 800 unit kendaraan roda empat itu sangat riskan. Padahal, jika timnas main, animo masyarakat untuk ber duyun-duyun ke stadion sangat tinggi. 

Selain itu masuk stadion hanya satu pintu sehingga dikhawatirkan jika bersamaan keluar akan memakan waktu yang lama. 

''Di samping itu terkait dengan plafon yang rendah karena bus tidak bisa masuk, bisa jadi bus tim tamu dan tim tuan rumah berhentinya di area umum, tidak di area sebagaimana mestinya yang sudah diatur. Nah kalau kita paksakan pasti akan menjadi catalan FIFA,’’ imbuh Yunus.

Baca Juga: Pertarungan Hidup Mati Petani dengan Macan Kumbang di Sumedang, Predator Keok setelah Dipiting dan Dibenamkan ke Air

Kendala lain adalah biaya sewa stadion yang tinggi. Tim sekelas Persija Jakarta pun lebih memilih stadion di Bekasi. Tentu juga selain karena infrastruktur yang belum memadai.

Sementara Plt Direktur Proyek JIS, Arry Wibowo mengklaim stadion kebanggaan warga Jakarta itu telah memenuhi standar FIFA. JIS dirancang oleh Buro Happold, konsultan perencana dari Inggris yang merancang stadion-stadion sepakbola modern klub Liga Inggris, seperti Tottenham Hotspurs Stadium di London serta perancangan beberapa stadion Piala Dunia Qatar 2022.

“JIS merupakan salah satu stadion yang mirip dengan stadion di Eropa baik secara desain maupun fasilitas. Selain itu, Jakpro juga didampingi langsung oleh Assessor FIFA pada saat perencanaan dan desain JIS dilakukan,” ujar Plt Direktur Proyek JIS, Arry Wibowo.

Arry menjelaskan, JIS sudah memenuhi kriteria sesuai rekomendasi teknis dan persyaratan stadion sepakbola standar FIFA, di antaranya:
 
1. Tahap pra-konstruksi atau tahap perencanaan termasuk penentuan lokasi stadion yang strategis dan mudah untuk dijangkau publik.


2. Unsur safety dan security seperti struktur bangunan, sistem pencegahan kebakaran dan sistem pengamanan, tersedianya control room, ruang medis pemain dan publik.

3. Orientasi dan parkir, JIS memiliki area parkir di dalam maupun luar stadion. Area parkir kendaraan maupun bus, serta area parkir khusus VIP/VVIP yang terpisah dari area publik.

Load More