/
Rabu, 14 September 2022 | 16:08 WIB
Jenderal Dudung KSAD

PURWOKERTO.SUARA.COM  Pernyataan anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon yang menyebut TNI seperti gerombolan melebihi organisasi masyarakat (ormas) memantik kemarahan prajurit TNI. 

Perkataan Effendi Simbolon itu mendapatkan perhatian dari para prajurit TNI. Mereka tidak terima disebut seperti gerombolan yang tindakannya melebihi ormas.

Seperti pernyataan Kopral Dua Arif yang viral di media sosial. 

"Hei kau Effendi Simbolon anggota Komisi I DPR RI, saya kopral, saya tidak terima TNI dikatakan seperti gerombolan!," kata Kopda Arif dalam video yang diunggah @ruhutsitompul pada Senin (12/9/2022).

Ia dengan tegas meminta  Effendi untuk meminta maaf kepada institusi TNI. Apabila permintaan itu tidak dilakukan, ia mengancam akan memburu Effendi dimanapun dia berada. 

Dalam video lain, terlihat sejumlah prajurit TNI berdiri dan menghadap ke kamera.

Satu dari mereka menyampaikan pesan untuk Effendi. Ia mempertanyakan maksud pernyataan Effendi yang disampaikan saat Rapat Kerja Komisi I pada Senin (5/9/2022).

"Hai Effendi Simbolon apa maksud saudara mengatakan TNI seperti gerombolan lebih-lebih dari ormas?," tanya prajurit yang juga Babinsa itu melalui sebuah video yang diunggah @OnlyFrens dikutip Selasa (13/9/2022).

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman pun bereaksi. Ia tampak menyesalkam jajarannya selevel Perwira justru diam setelah institusinya disebut seperti gerombolan melebih organisasi masyarakat (ormas) oleh Effendi Simbolon. 

Baca Juga: Mi Ayam Pak Sikin, Mi Ayam Paling Nikmat di Purbalingga

Dudung meminta jajarannya tidak takut menentang Effendi yang dianggap sudah menginjak harga diri TNI AD.

Hal tersebut diungkapkan Dudung ketika berbicara dalam sesi video conference.

"Prajurit kita ini di grup, di kelompok, di grup tamtama sudah panas. Kelompok bintara sudah marah. Kok kita kelompok perwira santai-santai saja gitu loh?,  kata Dudung dalam sebuah video yang dikutip Suara.com, Rabu (14/9/2022).

Dudung meminta kepada jajarannya untuk tidak tinggal diam ketika harga dirinya sudah diinjak-injak. Ia meminta mereka untuk tidak takut kehilangan jabatan.

Sebabnya, Dudung meminta kepada seluruh jajaran untuk melakukan perlawanan setelah disebut seperti gerombolan oleh Effendi.

"Saya tidak lihat ada letkol, kolonel, ngomong, bintang 1, bintang 2 ngomong, bergejolak gitu loh. Tidak ada yang saya lihat itu. Diam-diam saja dan dia pun akhirnya merasa benar, ya," ujarnya.


Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon menyebut TNI layaknya gerombolan, atau melebihi ormas. Pernyataan Effendi itu menyusul adanya temuan dan informasi yang diperoleh Komisi I.

Ia berujar ada disharmoni di tubuh TNI. 
Effendi juga menyoroti adanya ketidakpatuhan hingga pembangkangan di tubuh TNI.

Load More