PURWOKERTO.SUARA.COM, KARAWANG- Nasib nahas dialami wartawan media online di Karawang. Junot dan Zaenal, menjadi korban penganiyaan yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat di lingkungan Pemkab Karawang.
Junot masih tampak trauma. Ia masih merasakan perih atas penyiksaan yang dialaminya. Tengah malam, ia tiba-tiba disekap di sebuah ruangan eks Kantor PSSI Karawang.
Di situ ia langsung dianiaya. Ia juga diinterogasi soal keberadaan temannya, Zaenal yang juga jadi sasaran penganiayaan. Dia mengaku dipukul oleh oknum suporter serta oknum pejabat atau PNS terkait.
Ia bahkan sempat dicekoki minuman keras. Junot dipukul bertubi-tubi. Bukan hanya kepalanya, alat vitalnya pun jadi sasaran pemukulan.
“Oknum pejabat inisial A, sama ajudan PNS,”katanya
Parahnya, Junot mengaku juga dipaksa minum air kencing sebanyak dua kali. Karena pukulan yang bertubi-tubi, Junot sampai tak sadarkan diri. Ia sadar saat hair sudah menjelang siang.
Ia dibangunkan saudara yang menjemputnya lalu diamankan. Ia merasa nyawanya masih dalam ancaman. Junot mengaku juga diancam dibunuh jika berani malaporkan peristiwa yang dialaminya ke polisi.
“Diancam, jangan sampai anak jadi yatim,”katanya
Temannya, Zaenal juga babak belur dianiaya. Ia dibuang dan ditelantarkan dalam kondisi tubuh penuh luka.
Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Kenali Tanda Overparenting. Hambat Perkembangan Anak
Junot mengatakan, penganiayaan yang dialaminya diduga berawal ketika ia mengritik acara launching Persika 1951. Ia mengingatkan ada hal yang seharusnya tidak dilakukan. Sebelumnya ia juga membuat berita yang menyoroti Persika, juga soal jabatan kosong.
“Saya menyoroti Persika, kenapa harus ada pemukulan, kemaluan saya ditendang,”katanya
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
BEI Bidik 50 Ribu Calon Investor Masuk di Pasar Modal Syariah, Ini Strateginya
-
Kim Seon Ho Siap Gelar Fan Meeting Lagi di Indonesia, Cek Harga Tiket dan Benefitnya
-
Baznas Tetapkan Nisab Zakat 2026 Naik 7 Persen, Ini Alasannya
-
Ancaman Pelarangan Vape Dinilai Bisa Matikan UMKM dan Ratusan Ribu Lapangan Kerja
-
Sampah Kiriman Penuhi Pantai Kedonganan Bali
-
Perkuat Fondasi Kelistrikan Nasional, PLN Enjiniring Akselerasi Transformasi Digital dan SDM
-
Madura United Tak Berdaya di GBLA, Pelatih Soroti Kegagalan Tim Eksekusi Taktik
-
Danantara Gaspol Bentuk Holding BUMN Maskapai, Target Semester I-2026 Rampung
-
Sambut Momen Lebaran dengan Parfum Berteknologi Adaptif Unik, Aroma Manisnya Bikin Nyaman Seharian
-
Tekan Angka Kecelakaan Kerja, SMGR Catat Nihil Fatalitas di Seluruh Pabrik