PURWOKERTO.SUARA.COM - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi melemah, menembus level psikologis Rp15.000 per dolar AS jelang pengumuman hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed).
Kondisi rupiah pada Rabu, 21 September 2022 pagi melemah 24 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp15.008 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.984 per dolar AS.
"Pasar masih menunggu pengumuman hasil rapat The Fed. Ekspektasi pasar The Fed masih akan menaikkan nilai suku bunga di kisaran 50 - 100 basis poin," kata Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama dikutip dari Antara News pada Rabu, 21 September 2022.
Revandra menerangkan, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tersebut memberikan sentimen positif bagi dolar AS yang diindikasikan dengan indeks dolar yang kembali naik ke level 110.
"Penguatan dolar AS ini memberikan tekanan bagi mata uang lain yang dipasangkan dengan dolar, termasuk rupiah," imbuhnya.
Ia menerangkan, pelaku pasar bersiap untuk kenaikan suku bunga agresif lainnya dari The Fed dalam sepekan yang penuh dengan pertemuan bank-bank sentral.
The Fed memulai pertemuan dua hari pada Selasa (21/9), dengan pedagang berjangka menilai peluang 83 persen untuk kenaikan suku bunga 75 basis poin dan probabilitas 17 persen untuk pengetatan 100 basis poin.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, berada di jalur untuk kenaikan mingguan kelima dalam enam pekan dan terakhir naik 0,5 persen pada 110,10, tepat di bawah tertinggi lebih dari 20 tahun di 110,79 yang disentuh awal bulan ini.
Sepanjang tahun 2022 dolar telah melonjak sekitar 15 persen, dengan kecepatan persentase kenaikan tahunan terbesar dalam 41 tahun. Revandra memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran level Rp14.950 per dolar AS hingga Rp15.050 per dolar AS. (Arif KF)
Baca Juga: Dear Mom! Jika Anak Tak Mau Makan, Susu Bukanlah Jalan Keluar
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan