/
Minggu, 25 September 2022 | 17:09 WIB
Khofifah dan Mahfud MD Menghadiri Musyawarah Besar II Alumni dan Simpatisan Syaichona Moh. Cholil (Mubes II Asschol), di Pondok Pesantren Syaihona Cholil, Bangkalan, Jawa Timur Minggu, 25 September. (Kemenkopolhukam)

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANGKALAN - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sebagai sosok yang pemberani, tak takut berkata jujur, serta tak dapat dikendalikan siapapun. 

Hal tersebut disampaikan Khofifah Indar Parawansa saat memberi sambutan pada Musyawarah Besar II Alumni dan Simpatisan Syaichona Moh. Cholil (Mubes II Asschol), di Pondok Pesantren Syaihona Cholil, Bangkalan, Jawa Timur pada Minggu, 25 September 2022. 

"Kalau dulu di jaman Gusdur, pak Mahfud MD ini dikenal peluru tak terkendali, jadi memang tidak ada yang bisa mengendalikan beliau, sampai sekarang sepertinya," ujar Khofifah dalam sambutannya dari siaran tertulis resminya. 

Pernyataan Khofifah tersebut bukan hanya idapan jempol belaka. Dikarenakan, belakangan ini, Mahfud MD dianggao berhasil membongkar beberapa kasus besar di Kabinet Presiden Jokowi jilid II. 

Di antaranya mulai dari kasus korupsi Asabri, kasus Korupsi Satelit di Kemhan, memburu pengutang BLBI, kasus Sambo dan sengkarut di tubuh Polri, dan yang terbaru terkait kasus Korupsi Gubernur Papua.

Khofifah menjelaskan, sosok Mahfud MD sebenarnya kelasnya adalah Masyayikh dan pantas dipanggil Kyai, akan tetapi Mahfud MD lebih suka dipanggil nama saja.

"Beliau sebetulnya kelasnya Masyayikh, Kyai. Tapi seperti halnya pak Alwi Shihab, pak Nasarudin Umar, juga pak Quraish Shihab, beliau seorang guru besar, seorang kyai, tapi lebih senang dipanggil namanya. Itulah sosok almukarrom bapak Profesor Dr. Kyai Haji Moh. Mahfud MD," ungkap Khofifah.

Dalam Mubes bertema "Melestarikan Warisan Syaichona Moh. Cholil Bangkalan untuk Peradaban Bangsa" ini, turut hadir Menteri Agama, Kadensus 88, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Bupati Bangkalan dan Pamekasan, dan sejumlah tokoh serta ulama Madura. (Arif KF)

Baca Juga: Khawatir Dibangun Pabrik Semen, Warga Kebumen Minta HGB PT Semen Gombong tak Diperpanjang

Load More