/
Rabu, 28 September 2022 | 18:56 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangannya kepada awak media di Pasar Rakyat Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat

PURWOKERTO.SUARA.COM- Saat bertemu dengan masyarakat di Pasar Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Rabu, 28 September 2022 Presiden menjawab keluhan warga terkait turunnya harga kopra.

Ia menjelaskan harga sejumlah komoditas, termasuk harga kopra sangat ditentukan oleh pasar Internasional.

Harga kopra yang tengah mengalami penurunan disebabkan salah satunya oleh mekanisme pasar yang sulit diintervensi.

“Kopra ini kan komoditas yang harganya banyak ditentukan oleh internasional. Naik turunnya sebuah komoditas itu sulit diintervensi oleh pemerintah,” katanya.

Jokowi juga menyamakan kenaikan dan penurunan harga kopra dengan harga minyak kelapa sawit.

“Sama dengan CPO (crude palm oil)/ kelapa sawit, sama seperti dulu waktu (harga) sawit jatuh, ya kita, karena itu komoditas internasional, kopra juga sama, karena masuknya sudah masuk ke pasar bebas,” ujar Jokowi.

Ia menambahkan bahwa permasalahan turunnya harga kopra akan diperiksa secara mendetail terlebih dahulu.

“Saya mau cek detail seperti apa problemnya. Kalau pemerintah bisa mengintervensi, tapi pasar tidak bisa, mekanisme pasar tidak bisa diintervensi,” jelasnya.

Menurut Jokowi penurunan harga kopra yang tengah terjadi dipengaruhi oleh situasi dunia yang tidak menentu.

Baca Juga: Yuk Kenalan Sama Park Jeongwoo, Main Vokal dari Boy Grup Treasure

“Komoditas itu ada yang naik, ada yang turun. Sekarang yang banyak naik (harga) batu bara, CPO, nikel. Nah, ini pas (harga) kopranya turun, taoi belum tentu nanti akan naik lagi karena memang situasi dunia yang tidak pasti,” pungkasnya.

Diketahui saat ini Presiden Jokowi tengah melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara bersama dengan beberapa menteri seperti Ida Fauziyah, Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (citra safitra)

Load More