/
Jum'at, 30 September 2022 | 12:44 WIB
Gunung Soputan

PURWOKERTO.SUARA.COM, MINAHASA-Seorang balita, MG (3) mengalami hipotermia saat diajak mendaki orang tuanya di Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. 

Anak itu bahkan harus ikut menderita karena sempat tersesat di gunung tersebut  

Badan SAR Nasional Manado mendapat laporan delapan pendaki tersesat di Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut), termasuk di antaranya balita. Mereka tersesat saat akan turun melalui jalur Desa Tumaratas.

Tim SAR dikerahkan untuk melakukan evakuasi pendaki tersebut.

Delapan pendaki yang dilaporkan tersesat berasal dari Kota Manado. Mereka meliputi Fauzan Mamonto (21), Aidil Akbar (2), Ardika Moho (18), Acan Weker (19), Putri Nuraim (21), Yayan Rahman (27), Fazrim Moho (21), dan seorang balita berinisial MG (3).

"Ada 8 pendaki yang akan turun Gunung Soputan melalui jalur Desa Tumaratas tersesat di jalan," ujar Kepala Kantor SAR Monce Brury seperti dikutip Beritamanado.com-jaringan Suara.com pada Senin (26/9/2022)

 Setibanya di Desa Tumaratas, Kecamatan Langowan Barat, Minahasa, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kelompok Pelestarian Sumber Daya Alam (KPSDA) Desa Tumataras, kemudian naik ke gunung.

Pencarian Tim SAR Gabungan dilakukan dengan berjalan kaki dan dibantu motor trail. Sekira pukul 05.00 WITA, Tim SAR Gabungan menemukan korban sedang berada di pinggir jalan sedang beristirahat.

Ironisnya, pihaknya menemukan anak balita dalam rombongan itu mengalami gejala hipotermia.

Baca Juga: Kenapa Child Grooming Berbahaya? Yuk Simak Penjelasannya

"Balita langsung dievakuasi menggunakan motor untuk dibawa turun. Semua korban dievakuasi dalam keadaan selamat," ujarnya.

Monce mengimbau seluruh masyarakat yang akan mendaki agar menyiapkan fisik dan bekal yang cukup. Sehingga saat mendaki tidak kesulitan soal logistik. 

"Apalagi ini ada balita, sangat riskan apabila perbekalan tidak cukup dan memaksakan sampai ke puncak,"katanya. (Iruma Cezza)

Load More