PURWOKERTO.SUARA.COM, MALANG- Kerusuhan suporter yang mengakibatkan 127 orang di stadion Kanjuruhan Malang menjadi salah satu insiden terburuk dalam sejarah persepakbolaan Indonesia, bahkan dunia.
Akbar Maharli, Koordinator Save Our Soccer menilai, insiden maut ini bakal menjadi perhatian serius FIFA. Terlebih, Indonesia bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Tahun 2023. Akibat insiden ini, FIFA bisa saja mengkaji keputusannya untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20.
Ini tentunya merugikan rakyat Indonesia yang sudah menanti momentum bersejarah itu.
“Kalau insiden itu gak disikapi serius oleh stakeholder, FIFA bisa mengkaji keputusannya,”katanya
Karenanya, stakeholder terkait harus menyikapi insiden ini secara serius agar jangan sampai FIFA mengambil keputusan yang merugikan rakyat Indonesia. Ia juga berharap ada sanksi bagi pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini, baik terkait pelanggaran pidana maupun pelanggaran posedur dan keamanan stadion.
Ia menyayangkan panitia pelaksana menjual tiket penonton melebihi yang diizinkan oleh Kepolisian, dari yang diizinkan sekitar 25 ribu orang namun yang terjual mencapai sekitar 45 ribu tiket.
Di sisi lain, ia juga menyoroti cara Kepolisian dalam mengendalikan kerumunan dengan menembakkan gas air mata. Padahal, penggunaan gas air mata untuk mengontrol kerumunan dilarang.
Padahal dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations, pasal 19 b, penggunaan senjata api atau gas untuk mengontrol kerumunan dilarang.
127 orang Tewas, 180 dirawat
Baca Juga: KPI Larang Pelaku KDRT Tampil di TV dan Radio, Inikah Akhir Karier Rizky Billar?
Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengatakan, pertandingan antaran Persebaya versus Arema FC mulanya berjalan lancar. Sampai berakhir dengan kekalahan tuan rumah, Arema FC, suporter mulai ribut. Sebagian suporter kecewa tim kesayangan mereka menelan kekalahan dari tim tamu.
Ribuan suporter turun ke lapangan untuk mencari pemain dan official untuk menanyakan atau melampiaskan kekecewaannya. Pihaknya melakukan pengamanan untuk pencegahan dan pengalihan suporter agar tak masuk ke lapangan.
“Dalam proses itu, untuk melakukan pencegahan sampai dikeluarkan gas air mata ketika suporter sudah mulai menyerang petugas dan merusak mobil,”katanya
Di tengah kejadian itu, terjadi penumpukan suporter. Para suporter berdesak-desakan hingga banyak yang sesak nafas atau kekurangan oksigen. Insiden itu mengakibatkan ratusan suporter meninggal.
Pihaknya mencatat, terdapat 127 suporter meninggal akibat insiden tersebut. 2 di antara korban adalah anggota Polri yang tengah melakukan pengamanan. Adapun 180 suporter lain masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Selain menimbulkan banyak korban jiwa, insiden itu juga mengakibatkan 13 mobil rusak, 10 mobil di antaranya adalah mobi dinas Polri, dan sisanya mobil pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA