/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 14:11 WIB
suasana ricuh stadion Kanjuruhan

PURWOKERTO.SUARA.COM, MALANG- Insiden di stadion Kanjuruhan Malang turut menghilangkan nyawa pemain. Seperti diketahui, insiden yang bermula dari kerusuhan suporter Arema FC pasca pertandingan Arema FC melawan Persebaya itu menewaskan 127 orang. 

Dua korban di antaranya ternyata pemain bola klub Liga 3 Indonesia. Mereka adalah pesepakbola asal Malang, Gabrielle dan Ravano dari Gestra Paranane FA.

Dikutip dari BeritaJatim jaringan suara.com, bendahara tim Gestra Paranane FA, Eka Wulansari membenarkan kedua pemain berusia 16 dan 17 tahun ini menjadi korban meninggal dalam insiden tersebut.

Ia mengungkapkan, keduanya sempat izin untuk menonton sepak bola di stadion Kanjuruhan. Hari Sabtu dan Minggu mereka  libur latihan, sehingga  bisa dimanfaatkan untuk menonton pertandingan sepakbola.

“ Tidak ada firasat karena sebelumnya mereka ini sering banget nonton,” ungkap wanita yang kerap disapa Zha ini, Minggu (2/10/2022).

Kedua pemain remaja ini memang memiliki cita-cita bisa bermain di Arema FC. Tak heran, setiap tim kebanggaanya bermain laga kandang, mereka selalu meminta izin untuk bisa menyaksikan tim kesayangannya bermain. 

Ia melihat Gabrielle dan Ravano selalu kompak, baik di dalam tim maupun di luar. Mereka karib yang bisa saling melengkapi hingga suka bercanda di antara keduanya. Persahabatan mereka kuat sampai ajal menjemput. 

Pihaknya jelas kehilangan. Terlebih Liga 3 Jawa Timur akan segera bergulir dalam bulan Oktober ini tanpa kehadiran mereka lagi yang bisa membela tim.

Baca Juga: Usai Dirertas, Narasi Terima Pesan Ancaman: Diam atau Mati!

Load More