PURWOKERTO.SUARA.COM- Pernahkah kalian mendengar istilah ‘Black Campaign’? biasanya istilah ini muncul saat pemilihan kepala pemerintahan dilaksanakan.
Mereka yang melakukan black campaign biasanya akan menyebarkan berita negatif dan tidak berdasarkan fakta kepada lawan dengan memanfaatkan media masa atau media sosial.
Lalu, bagaimana kalau ‘Black Campaign’ dilakukan oleh pelaku bisnis? Apa yang akan terjadi?
Dalam dunia bisnis, ‘Black Campaign’ adalah salah satu strategi yang dilakukan untuk menggiring opini negatif terhadap produk atau barang yang ditawarkan oleh suatu pelaku bisnis lain.
Dengan tujuan utamanya untuk menjatuhkan lawan bisnis, sehingga konsumen dapat beralih dari pelaku bisnis tersebut.
Beberapa dari mereka memanfaatkan adanya influencer marketing yang sekarang sedang ngetrend di media sosial.
Influencer marketing adalah salah satu strategi yang sering digunakan oleh pelaku bisnis untuk memasarkan produknya melalui digital market.
Keunggulan dari influencer marketing yang ada di media sosial atau platform marketplace pada suatu perusahaan adalah meningkatkan brand awareness suatu produk.
Hal ini lah yang dimanfaatkan oleh kompetitor untuk saling menjatuhkan dengan menyebarkan fakta yang tidak benar.
Baca Juga: Tim Bulutangkis Indonesia akan Bertemu Malaysia di Babak Empat Besar Denmark Open 2022
Tapi tenang saja, terdapat beberapa cara untuk mengenali influencer yang melakukan ‘Black Campaign’, yaitu:
1.Membandingkan produk
Biasanya influencer akan membandingkan produk yang tidak sebanding, atau istilahnya ‘apple to apple’. Hal ini untuk membuktikan produk yang mereka tawarkan lebih baik dibandingkan produk dari kompetitor.
Tak hanya itu, influncer yang melakukan black campaign lebih sering melebih-lebihkan fakta dari produk yang mereka tawarkan saat melakukan perbandingan dengan produk dari lawan bisnis. Sehingga, produk dari lawan bisnis terlihat jelek.
2.Mengangkat fakta yang bohong
Sama seperti black campaign yang dilakukan dalam dunia politik, biasanya dalam dunia bisnis influencer yang melakukan strategi ini akan menyebarkan fakta yang tidak benar atau bohong yang tanpa didasari dengan data dan riset terlebih dahulu. (citra safitra)
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
5 Manfaat Tretinoin untuk Kulit Wajah, Lebih dari Sekadar Obat Jerawat
-
Sekilas Millwall FC Klub Baru Elkan Baggott: Lahir dari Buruh Dibesarkan oleh Konflik
-
5 Tips agar Lipstik Tahan Lama Setelah Makan, Warna Bibir Tetap On Point
-
ISPA hingga Penyakit Jantung Jadi Ancaman Terbesar Kesehatan Karyawan Indonesia
-
Ketika Guru Bersertifikat Justru Terjebak di Celah Kebijakan
-
Diduga Menyamar sebagai Securities Crowdfunding, PT Econext Ventures Indonesia Dihentikan
-
Tiga Kasus Pelecehan Seksual Jadi Alarm, Kampus Harus Evaluasi Total Efektivitas Satgas PPKS
-
Eks Kiper AS Bongkar Wajah Asli Klub Baru Elkan Baggott: Hati-hati, Milwall FC Itu Keras
-
1 Malam 3 Ledakan, Pelabuhan di Tepian Selat Hormuz Jadi Pusat Pertempuran AS - Iran
-
5 Shio yang Paling Pintar Mencari Uang: Kombinasi Beruntung, Kerja Keras, dan Intuisi Tajam