Suara.com - Untuk mendapat perhatian dari pelanggan, para pebisnis harus punya cara kreatif, salah satunya dengan gimmick marketing.
Gimmick marketing adalah fitur, teknik, atau ide baru yang ditujukan untuk meningkatkan publisitas atau meningkatkan perhatian publik.
Asal tahu saja, konsumen sering kali memperhatikan sebuah brand bukan karena apa yang ditawarkan brand tersebut kepada mereka, tetapi karena ketertarikannya terhadap hal-hal baru.
Nah, gimmick marketing ini hadir dalam berbagai bentuk, dan sering kali bahkan tidak memiliki hubungan langsung dengan objek yang dipasarkan.
Penasaran ingin mencoba gimmick marketing? Simak 5 contoh gimmick marketing yang umum dilakukan dan bisa kamu tiru, seperti dilansir dari Indeed.
1. Memberikan banyak pilihan warna
Gimmick marketing ini bisa diterapkan pada salah satu produk yang paling populer. Untuk meningkatkan penjualan, cobalah tawarkan dalam berbagai pilihan warna. Secara fungsional, barangnya sama, tetapi fakta bahwa ada banyak pilihan warna, dapat memberikan kesan lebih pada konsumen. Bahkan, bukan tak mungkin mereka yang sudah memiliki barang tersebut pun bisa membeli lebih banyak untuk mengoleksi warnanya.
2. Merilis edisi khusus
Gimmick marketing yang satu ini adalah menawarkan sesuatu yang 'langka', membuat konsumen percaya bahwa mereka memiliki kesempatan terbatas untuk membeli suatu barang. Cotohnya, kamu bisa berkreasi dengan cara mengganti kemasan salah satu produkmu dengan tambahan pembeda.
Baca Juga: Dinilai Mampu Gelar Marketing Kreatif, BNIDirect Jadi Seamless Financial Platform
3. Membedakan produk berdasarkan gender
Beberapa perusahaan membuat lini produk terpisah yang secara khusus dipasarkan untuk laki-laki atau perempuan, meskipun produk tersebut mungkin secara fungsional tidak berbeda dari lini biasa. Beberapa contoh yang umum menerapkan gimmick marketing ini adalah perlengkapan mandi dan barang-barang perawatan pribadi seperti pisau cukur dan sikat gigi.
4. Add-on atau item tambahan
Add-on adalah item tambahan yang diberikan selain produk utama yang dibeli. Di restoran cepat saji, misalnya, makanan anak-anak mungkin dilengkapi dengan mainan kecil yang mendorong anak-anak untuk membeli paket tersebut. Karakteristik umum dari gimmick add-on yang sukses adalah bahwa add-on lebih diinginkan konsumen dan lebih murah untuk diproduksi daripada produk utama.
5. Dukungan selebriti
Sebuah endorsement selebriti adalah kesepakatan antara perusahaan dan tokoh terkenal untuk membantu mempromosikan produk perusahaan. Atlet, misalnya, biasanya mendukung produk seperti makanan, pakaian olahraga, dan produk kebersihan. Konsumen yang merupakan penggemar dari endorser selebriti mungkin tertarik pada produk karena kepercayaan mereka pada sosok atau keinginan untuk meniru mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Joseph Oetomo: Sosok di Balik PT Toba Pulp Lestari, Berapa Porsi Sahamnya?
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim