PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Lembaga Pusat Bisnis dan Pelatihan Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga (LPBP ITBMP) menggelar pelatihan fotografi bagi mahasiswa yang menerima bantuan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
Pelatihan fotografi yang menghadirkan Owner In Project, Latif Sibghotullah Al Amin sebagai pemateri tersebut digelar di RM Mie Pasar Baru Purbalingga, 29-30 Oktober 2022.
Pada tahun 2022 ini, dua proposal wirausaha mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga lolos dalam program P2WM dari Kemendikbud RI.
Kelompok 1 yang beranggotakan Zainal Amirulloh (S1 Bisnis Digital), Yani Apri Setiawati (S1 Aktuaria), Fajar Dwi Setiawan (S1 Bisnis Digital) dan Niken Mega Ayu Hartini (S1 Bisnis Digital) mengajukan proposal tentang "Pengolahan Kuaci Kupas (Biji Bunga Matahari)".
Sementara Kelompok 2 yang beranggotakan Ady Fauzan (S1 Bisnis Digital), Bayu Kisnandi (S1 Bisnis Digital) dan Nabil Makarim (S1 Bisnis Digital) mengajukan proposal tentang "Stik Sayur Krezz.
Optimasi Marketing Produk.
Ketua LPBP ITBMP, Aji Priambodo, S.Kom, M.Si mengatakan pelatihan fotografi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
"Masing-masing kelompok sudah punya produk, tapi mereka masih butuh optimasi marketing melalui foto produk yang bagus," jelas Aji di sela-sela pelatihan.
"Dengan pelatihan fotografi yang difasilitasi LPBP ini, mereka akan punya skill fotografi yang baik. Sehingga mereka bisa mengembangkan usahanya," imbuh Aji yang juga dosen Program Studi S1 Perencanana Wilayah Kota.
Baca Juga: Terduga Teroris di Sumenep Madura, Diduga Terafiliasi dengan Jamaah Islamiah
Selain mendapatkan pengetahuan dan skill mengenai fotografi produk, peserta pelatihan juga akan mendapatkan hasil jepretan karya profesional yang menjadi pemateri pelatihan fotografis.
Menarik Perhatian Konsumen.
Aji menambahkan, pelatihan fotografi akan menjadi salah satu layanan dari LPBP ITBMP. "Kami berencana, kedepan LPBP bisa membuka pelayanan fotografi foto produk bagi para pelaku usaha. Baik mahasiswa maupun masyarakat Purbalingga," kata Aji.
Salah satu peserta, Zainal Amirulloh menilai pelatihan ini sangat cocok untuk membantu mengembangkan pemasaran produk "Quaci Kupas".
"Dengan foto produk yang menarik, semoga jangkauan pemasaran produk dari mahasiswa ITBMP ini akan semakin luas," kata Zainal yang merupakan mahasiswa S1 Bisnis Digital ITBMP angkatan 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Pramuka Masa Kini, Masih Relevankah Morse ketika Semua Ada di Google?
-
Jangan Habiskan Long Weekend di Rumah Saja, 8 Film Indonesia Ini Siap Temani Liburanmu!
-
Update Gempa Flores, NTT: 1 Korban Meninggal Dunia di Pelabuhan Laurentius Say Maumere
-
Gubernur NTT: Saya Terima Laporan Korban Gempa Bumi 5 Orang Meninggal
-
3 Contoh Teks Sambutan pada Malam Tirakatan 17 Agustus untuk Ketua Panitia
-
Drama Begal Boneka Labubu Berakhir Malu: Remaja Jati Agung Dibui Buat Laporan Palsu
-
Detik-detik Warga Tercebur ke Laut Saat Gempa NTT Guncang Pelabuhan Laurentius Say
-
Verifikasi BNPB: Korban Meninggal Gempa Bumi NTT 1 Orang
-
Marco Bezzecchi Sempat Overthinking, Bukti Cedera Tak Hanya Serang Fisik
-
Bursa Mineral Indonesia Mulai 2027, RI Ingin Tentukan Harga Komoditas Strategis Sendiri