PURWOKERTO.SUARA.COM- Kabar duka terdengar dari Korea Selatan, saat ribuan orang tengah merayakan Pesta Halloween datang datang ke daerah bernama Itaewon pada Sabtu Malam, 29 Oktober 2022.
Pada tragedi itu, telah dilaporkan 151 orang meninggal dunia dan 19 diantaranya merupakan warga negara asing (WNA).
Untuk penyebab pasti belum diketahui dan masih menunggu pernyataan resmi dari pihak pemerintah Korea Selatan.
Namun, banyaknya korban berguguran akibat saling berdesakan saat turun ke jalan di Itaewon pada perayaan malam Halloween yang merupakan tempat nongkrong anak muda dan turis asing.
Lalu, apa itu Halloween?
Halloween adalah sebuah perayaan yang yang dilaksanakan setiap akhir bulan Oktober setiap tahunnya atau tanggal 31 Oktober.
Melansir dari History, sejarah perayaan Halloween berasal dari festival yang dirayakan oleh bangsa celtic bernama Festival Samhain (yang dibaca Sow-in).
Diketahui bahwa bangsa Celtic merupakan bangsa yang hidup sekitar 2.000 tahun yang lalu dan tinggal di daerah Irlandia, Inggris, dan utara Prancis.
Pada saat itu, Bangsa Celtic merayakan hari tahun baru mereka yang jatuh setiap tanggal 1 November.
Baca Juga: Kisahnya Viral, Hanif Bagikan Tips Cari Jodoh Gadis Rusia
Bangsa Celtic percaya saat perayaan tahun baru, sehari sebelumnya roh orang mati kembali ke bumi karena batas antara dunia orang hidup dan orang mati menjadi kabur.
Sehingga, pada 31 Oktober mereka merayakan hari Samhain yaitu saat orang mati dipercaya kembali ke bumi.
Namun, karena menyebabkan masalah dan merusak tanaman dan kehadirannya yang dipercaya dapat membantu pendeta Celtic meramalakan masa depan.
Maka, orang bangsa Celtic akan berkumpul dan pendeta Celtic akan membuat api unggun yang nantinya orang-orang akan berkumpul untuk membakar tanaman dan hewan sebagai bentuk persembahan kepada dewa.
Saat bangsa Celtic berkumpul untuk merayakan Samhain, mereka akan mengenakan kostum yang terbuat dari kepala atau kulit binatang yang bertujuan untuk mengusir para hantu.
Setelah perayaan itu selesai, barulah bangsa Celtic akan menyalakan lagi perapian untuk melindungi diri mereka dari musim dingin yang akan datang.
Kemudian, kenapa perayaan ini disebut dengan Halloween?
Perayaan Halloween muncul pada abad ke-7 masehi saat Gereja Katolik Roma mengubah All Saints Day atau yang dikenal dengan All Hallows atau juga All-Hallowmas memindahkan hari perayaan yang awalnya 13 Mei menjadi 1 November.
Lalu, pada abad ke-9 pengaruh agama kristen telah memasuki wilayah bangsa Celtic yang masih mempertahankan Perayaan Samhain.
Dan tepat pada tahun ke-1000 masehi, gereja memutuskan pada tanggal 2 November dirayakan sebagai All Souls’ Day atau hari untuk memperingati orang mati.
Perayaan All Soul’s Day mirip dengan perayaan Samhain oleh bangsa Celtic yakni menyalakan perapian, parade dan memakai kostum menyerupai malaikat dan setan.
Sejak saat itulah, perayaan Samhain oleh bangsa Celtic disebut sebagai All-Hallow Eve atau Halloween. (citra safitra)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Rating Calvin Verdonk dan Aksi Heroik Lille OSC Balikkan Keadaan Lawan Crvena Zvezda di Liga Europa
-
Tangis Ibu Fandi Ramadhan dan Radit Ardiansyah Pecah dalam RDPU Komisi III DPR
-
Cedera Parah 6 Bulan, Donny Warmerdam Kembali Bela PSIM Yogyakarta
-
Joseph Oetomo: Sosok di Balik PT Toba Pulp Lestari, Berapa Porsi Sahamnya?
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Tragedi Rel Kereta: 16 Nyawa Melayang, KAI Ingatkan Bahaya Ngabuburit di Jalur Terlarang
-
Emil Audero Masuk Radar Juventus Saat Si Nyonya Tua Siapkan Perombakan Skuad Drastis
-
Ariawan Gunadi Tegaskan Gugatan Salah Sasaran dalam Sengketa NCD
-
Nathan Tjoe A On Sering Hangatkan Bangku Cadangan, Tapi Kini Meledak di Willem II