/
Minggu, 30 Oktober 2022 | 10:17 WIB
Mayat korban tragedi Halloween di Korea

PURWOKERTO.SUARA.COM, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul menyebut tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan.

"Hingga pagi ini, informasi dari kepolisian menyebutkan bahwa belum diketahui adanya WNI yang menjadi korban," demikian keterangan tertulis KBRI Seoul yang diterima di Jakarta, dikutip dari suara.com, Minggu (30/10/2022).


Namun KBRI Seoul masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menggali informasi tentang kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban.

Pada Sabtu (29/10) sekitar pukul 22.00 waktu setempat, perayaan Halloween di Itaewon berakhir menyedihkan hingga menimbulkan korban jiwa dan luka, tulisnya.


Berdasarkan pemberitaan di berbagai media nasional Korea,  terdapat sekitar 149 korban jiwa dan 76 korban luka akibat insiden itu. 

Menurut laporan Reuters, sedikitnya 146 orang tewas terhimpit ketika kerumunan orang yang merayakan Halloween berdesak-desakan di sebuah gang pusat kehidupan malam di Seoul, ibu kota Korea Selatan, pada Sabtu (29/10) malam. 


Presiden Yoon Suk Yeol telah memerintahkan aksi cepat tanggap kepada seluruh jajarannya untuk mengevakuasi para korban, serta mencegah terjadinya korban tambahan. 


Gambar-gambar di media sosial memperlihatkan ratusan orang memadati gang sempit dan miring itu. Mereka berdesak-desakan dan tampak sulit bisa bergerak.

Sementara para petugas penanganan darurat serta kepolisian berupaya membebaskan mereka dari himpitan.

Baca Juga: Buntut Tragedi Kanjuruhan, Exco PSSI Usul Percepatan KLB ke FIFA

Gambar-gambar lain menunjukkan kondisi yang menyedihkan saat para petugas damkar dan warga menangani puluhan orang yang sudah tergeletak tak sadar. 

Menurut saksi mata Reuters, kamar jenazah didirikan di sebuah gedung di seberang lokasi kejadian.

Sekitar 48 jasad diangkut dengan tandu-tandu beroda dan dipindahkan ke sebuah gedung pemerintah untuk diidentifikasi. 

Pesta Halloween ini adalah yang pertama kalinya digelar dalam tiga tahun, setelah Korea Selatan mencabut pembatasan COVID-19 dan larangan berkumpul.

Itaewon yang merupakan pusat perayaan Halloween adalah distrik yang populer di kalangan muda Korea Selatan dan warga asing. (Irumacezza) 

Load More