/
Rabu, 02 November 2022 | 21:01 WIB
Halloween (ilustrasi) (freepik)

PURWOKERTO.SUARA.COM, Publik sedang digegerkan dengan pemberitaan tentang perayaan Halloween di Arab Saudi, akhir Oktober 2022 lalu. Warga Arab tumpah ruah di acara yang berlokasi di Riyadh itu dengan mengenakan kostum hantu. 

Meski belakangan ada yang mengonfirmasi, tidak ada penyebutan diksi Halloween dalam acara itu, melainkan Festival dengan tajuk Pekan yang Menyeramkan. 

Ulama asal Cirebon, Buya Yahya mengatakan, perayaan Halloween bukan bagian dari tradisi umat Islam. Sehingga umat Islam tak perlu ikut  merayakannya. 

“Umat tidak semestinya ikut-ikutan. Bukan tradisi Islam, maka jangan ikut-ikutan,”katanya

Jika ada umat Islam yang ikut merayakannya, maka menurutnya perbuatannya salah. Ia harus didoakan agar diberi hidayah dan diampuni dosanya, serta tidak ikut-ikutan untuk merayakannya kembali ditahun-tahun mendatang. 

Buya Yahya mengatakan, seandainya ada kelompok atau negara yang melaksanakan perayaan itu, ia mengajak umat untuk adil menyikapinya. 

Kesalahan kepala negara atau raja tak semestinya dilimpahkan ke seluruh elemen masyarakat di dalamnya, termasuk ulama di dalamnya. 

Karena hal tersebut hanya menyangkut kebijakan penguasa, belum tentu kebijakan itu diamini masyarakatnya dan direstui ulama. 

Ia menegaskan, umat Islam dalam beragama mengikuti syariat Islam, Allah dan Rasulnya, bukan mengikuti negara atau pemerintah. Syariat itu disampaikan oleh penerus nabi, yakni ulama. 

Baca Juga: Aniaya Orang Tua Sendiri, ODGJ ini diamankan Pihak Kepolisian Grobogan

“Banyak budaya yang diikuti anak-anak kita, yang salah itu orang tuanya. Kita punya tanggung jawab, agar mereka bangga dengan Islam, bukan bangga dengan yang dimurkai Allah,”katanya

Load More