PURWOKERTO.SUARA.COM – Musim penghujan sudah tiba, dibeberapa wilayah di Indonesia mulai terjadi kebencanaan yang rerata disebabkan oleh hidrometrologi. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk memanimilasir potensi-potensi ini dengan langkah preventif diawal ? Mari kita bahas bersama dalam tulisan ini.
Diakui atau tidak perkembangan teknoligi saat ini sudah cukup masif, hampir disetiap kegiatan yang kita lakukan sehari-hari ada banyak teknologi dalam bentuk aplikasi utamanya yang membantu dalam kehidupan kita, tidak terkecuali dalam hal kebencanaan alam.
Bayangkan jika kita bisa kembali ke 15 atau 20 tahun ke belakang, dimana teknologi belum semasif sekarang. Untuk mengatahui kebencanaan gempa di suatu daerah saja bisa membutuhkan hitungan Jam, namun saat ini dengan adanya teknologi berupa aplikasi yang terus berkembang. Kebencanaa gempa bisa diketahui dalam hitungan detik setelah terjadi.
Tidak hanya kegempaan saja, banyak aplikasi tanggap bencana yang juga bisa menyajikan data berkaitan dengan potensi-potensinya sehingga sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia. Ada beberapa rekomendasi aplikasi tanggap bencana yang bisa kalian gunakan di gawaimu. Supaya saat musim penghujan seperti saat ini kalian bisa melakukan langkah-langkah pencegahan.
Ini dia beberapa aplikasi tanggap bencana yang paling sering digunakan saat ini.
1. INFO BMKG
Seperti namanya aplikasi ini dikembangkan oleh Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Aplikasi mobile ini yang berbasis Android dan iOS. Saat kalian menginstal aplikasi ini ada beragam informasi yang bisa kalian akses perihal potensi kebencanaan. Mulai dari notofikasi gempa bumi, peringatan dini cuaca di Indonesia serta informasi aktual seputar BMKG bisa kalian dapatan.
Sehingga dengan aplikasi ini diharapkan kalian bisa mengetahui bagaimana prakiraan cuaca disekitar kalian serta potensi-potensinya yang dapat menyebab kebencanaan Hidrometrologi disekitar kalian. So, sudah install belum aplikasi ini ?
2. InaRISK
Baca Juga: Jaringan Narkoba Internasional Terbongkar di Medan, 42 kg Sabu Disita
InaRISK merupakan sebuah aplikasi yang juga berbasis Android dan iOS dikembangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berbeda dengan Info BMKG aplikasi ini berisi informasi tingkat bahaya di suatu wilayah degan dilengkapi rekomendasi langkah antisipasi secara partisipatif.
Saat kalian menginstal aplikasi ini fitur yang bisa digunakan antaranya menyajikan data kebencanaan serta langkah antisipasi yang dapat dilakukan, mendeteksi tingkat kerawanan dan potensi cencana disekitar kalian dan manampilkan peta sebaran dan resiko bencana yang selalu diperpaburi.
Aplikasi selanjutnya dalam membantu kalisan saat potensi kebencanaan tinggi ilaha First Aid – IFRC aplikasi ini dikembangkan oleh Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulang Sabit Merah. Jika InfoBMKG bisa dilakukan Pra Bencana lalu Ina Risk saat terjadi bencana, aplikasi First Aid – IFRC merupakan aplikasi pasca bencana tepatnya memuat informasi mengenai penyelamatan ketika bencana terjadi.
Ketika aplikasi ini kalian instal maka benefit yang bisa kalian ialah pengetahuan mengenai pertolongan pertama menghadapi situasi darurat, memuat informasi penanganan korban bencana sarta Informasi penanganan khusus mulai mengatasi serangan panik, asma, hingga luka bakar jika kalian menemui saat situasi bencana sehingga memerlukan pertolongan secepatnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Jadwal Imsak dan Subuh Hari Ini 3 Maret 2026 untuk Jakarta, Jogja, hingga Jawa Timur
-
3.243 Kasus Kriminal Terungkap dalam Operasi Pekat Musi 2026, Apa yang Terjadi di Sumsel?
-
Rapor Merah Setahun Untuk Kepemimpinan Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya
-
Jadwal Imsak Jakarta 3 Maret 2026: Catat Jam Sahur Sebelum Terlambat, Lengkap dengan Doa
-
Imbas Serangan AS-Israel ke Iran, Kontingen Anggar Arab Saudi dan Qatar Tak Bisa Pulang dari Jakarta
-
Catat! Jadwal Imsak dan Waktu Puasa Bandar Lampung Selasa, 3 Maret 2026
-
Warga Palembang Wajib Tahu! Jadwal Imsak 3 Maret 2026 dan Waktu Maghribnya
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemkab Cianjur Berjuang Pulangkan Ratusan Buruh Migran
-
45 Tahun PTBA: Dari Jantung Tanjung Enim, Transformasi Energi dan Sinergi untuk Negeri Terus Menguat